Rekomendasi

Tuntut Pelaku Dihukum Mati, Rombongan Keluarga Korban Pembunuhan Geruduk PN Sukoharjo

Senin, 14 Desember 2020 : 20.04
Published by Hariankota

 

SUKOHARJO- Memasuki sidang kedua, rombongan keluarga empat korban pembunuhan sadis di Desa Duwet, Baki, Sukoharjo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo mengawal jalannya sidang tersangka pelaku pembunuhan, Senin (14/12/2020).


Diluar halaman PN Sukoharjo, mereka membentangkan pamflet bertulis tuntutan agar pembunuh Suranto (42), Sri Handayani/istri (36), dua anak mereka bernama Rafael Refalino (10), dan Dinar Alvian Hafidz (6), di vonis hukuman mati.


Kakak nomor dua Suranto, Marno (52) mengatakan, hingga kini ia dan keluarga besar korban, termasuk tetangga masih trauma tiap kali melihat rumah tempat terjadinya pembunuhan.


"Kami sekeluarga dan tetangga rasanya masih belum percaya jika pelaku Henry Taryatmo (41) yang tak lain teman Suranto sendiri tega membunuh satu keluarga hanya karena ingin menguasai 1 unit mobil milik Suranto yang biasa untuk taksi online," katanya.


Kepada hariankota.com, ia menjelaskan kedatangan rombongan keluarga beserta perwakilan rekan Suranto sesama pengusaha taksi online Koloni Sor Talok, Gentan, Baki, untuk mengawal sidang agar Jaksa dan Hakim memutus perkara secara adil.


"Ini sidang kedua yang kami hadiri dengan harapan supaya Bapak Hakim memberikan putusan yang seadil- adilnya. Kami dari keluarga korban tetap menuntut supaya pelaku dihukum mati," tegasnya.


Sejak kejadian pembunuhan pertengahan Agustus lalu, Marno mengaku sering dibayang - bayangi wajah empat korban. Bahkan rumah tempat kejadian juga masih dibiarkan kosong tanpa ada yang menempati.


"Ini sementara masih kosong. Belum ada rencana untuk ditempati karena permasalahan (sidang perkara pembunuhan) belum selesai. Tapi sudah dibersihkan dan tetangga juga sering datang untuk sekedar nongkrong- nongkrong," tuturnya.


Senada, rekan korban dari taksi online Koloni Sor Talok, Jojo (36) menyampaikan, kehadirannya bersama perwakilan driver taksi online dari beberapa koloni di Solo Raya ingin ikut mengawal jalannya sidang.


"Korban ini sudah menjadi saudara kami. Maka pelaku harus mendapat hukuman maksimal yakni, mati. Sebenarnya, korban dan pelaku ini saling kenal sering kumpul bareng. Tapi entah kenapa pelaku tega membunuh," pungkasnya. 




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :