Rekomendasi

Ulas Balik Kinerja, Polres Sukoharjo Pamer Ungkap Dua Kasus Menonjol

Kamis, 31 Desember 2020 : 19.07
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO-  Polres Sukoharjo memamerkan capaian penanganan kasus selama 2020. Diantaranya dua kasus pembunuhan yang jadi sorotan nasional, yakni pembunuhan empat orang dalam satu keluarga dan pembunuhan seorang wanita yang dibakar dalam mobil.


"Kasus pembunuhan satu anggota keluarga di Desa Duwet, Baki, pelaku dapat kami tangkap dalam waktu sekira 3 jam setelah laporan," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat konferensi pers akhir tahun, Kamis (31/12/2020).


Kasus pembunuhan berlatar belakang keinginan pelaku menguasai mobil milik salah satu korban ini terjadi pada 19 Agustus dan jasad para korban baru ketahuan setelah tetangga mencium bau tak sedap dari dalam rumah pada, 21 Agustus malam.


Sedangkan untuk kasus pembunuhan seorang wanita pada 10 Oktober lalu, pelakunya juga berhasil diketahui dan diringkus dalam rentang waktu pendek, atau selang sehari setelah kejadian.


"Setelah membunuh korban di sebuah kandang ayam di Desa Puhgogor, Bendosari, pelaku sempat membakar jasad dan mobil korban di sebuah halaman toko besi di Desa Sugihan, Bendosari,"papar Kapolres.


Selain dua kasus menonjol tersebut, Kapolres juga mengungkap keberhasilan jajarannya menangani berbagai kasus narkoba di Sukoharjo sepanjang 2020. Ada 37 kasus narkotika dengan barang bukti 190,392 gram sabu disita.


"Barang bukti selain sabu, juga ada tembakau gorila 15,3 gram dan ganja 50,3 gram. Untuk kasus narkotika ada 56 tersangka dan kasus psikotropika ada 2 tersangka," terangnya.


Sementara untuk kasus kriminalitas, disampaikan angka pelaporan kejadiannya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019. Diantaranya kasus pengeroyokan turun 7,1%, pencabulan turun 87,5% dan penipuan turun 47,6 %.


"Keberhasilan ini tentu bukan dari polisi saja, tapi merupakan hasil upaya keras semua pihak baik dari TNI, Ormas, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sukoharjo," imbuhnya kepada hariankota.com.


Ia juga menjelaskan selama masa pandemi, Polres Sukoharjo sudah melakukan berbagai kegiatan dengan operasi yustisi, bakti sosial, dapur umum, pembentukan kampung siaga, ponpes siaga, dan pembentukan komunitas untuk pencegahan Covid-19.


"Operasi yustisi digelar selama 99 hari mulai 17 September. Ada 4.325 kegiatan, 662.800 orang diperiksa dan total jumlah denda Rp 3.150.000," pungkasnya.



Jurnalis :Sapto
Editor :Mahardika

Share this Article :