Rekomendasi

World AIDS Day, KPA Sukoharjo Ingatkan Masyarakat Waspada Ditengah Pandemi

Selasa, 01 Desember 2020 : 18.54
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Disaat fokus perhatian masyarakat tertuju pada penanganan wabah Covid-19, kasus AIDS tanpa disadari masih jadi ancaman kesehatan serius. Di Kabupaten Sukoharjo, hingga Oktober 2020 jumlah penderitanya cukup mengkhawatirkan.


Sebagai bentuk sosialisasi pencegahan dan penanggulangan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sukoharjo bersama sejumlah elemen relawan menggelar peringatan World AIDS Day atau Hari AIDS Sedunia di Simpang Lima, Sukoharjo, Selasa (1/12/2020).


Untuk tahun ini, peringatan Hari AIDS yang ditetapkan tiap 1 Desember mengambil tema Global Solidarity, Shared Responsibility atau Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama.


Tema tersebut diusung untuk menggugah kesadaran semua pihak, bahwa sampai saat ini masih ada 12 juta orang penderita HIV di seluruh dunia yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan perawatan kesehatan.


Ketua KPA Sukoharjo, Erna Kusrini mengatakan, peringatan Hari AIDS di tengah pandemi tahun ini, pihaknya menggandeng Komunitas Pemuda BNK, dan Yayasan Sehat Mitra Sebaya (Yasema) atau yayasan pendamping ODHA (Orang Dengan HIV AIDS).  


"Kami mengajak masyarakat untuk stop melakukan diskriminasi terhadap ODHA. Selain itu kami juga melakukan kampanye protokol kesehatan mencegah penyebaran wabah Covid-19," terangnya.


Diungkapkan, penderita AIDS tiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk Kabupaten Sukoharjo, jumlah kumulatif kasus AIDS yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV) sampai Oktober 2020 mencapai 664.


"Rinciannya, 336 kasus HIV, 328 kasus AIDS, dan 138 kasus meninggal," paparnya.


Pantauan hariankota.com, dalam kegiatan yang diikuti puluhan orang perwakilan masing - masing elemen ini dibagikan pamflet berisi informasi pencegahan AIDS dan masker kepada pengguna jalan yang kebetulan melintas.


"jadi aksi ini hanya untuk mengingatkan masyarakat, bahwa selain ada virus corona juga ada virus lain yang juga berbahaya bagi kesehatan, yakni AIDS," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :