Rekomendasi

Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG : Luncuran Awan Panas Tembus 3 Kilometer

Rabu, 27 Januari 2021 : 18.46
Published by Hariankota

 


KLATEN - Gunung Merapi kembali erupsi besar dengan mengeluarkan semburan awan panas membumbung ke atas langit, seperti dilaporkan sejumlah warga melalui berbagai akun media sosial, Rabu (27/1/2021) sekira pukul 13.35 WIB.


Informasi yang didapat hariankota.com, sebelum erupsi besar, sejak pagi hari sejumlah warga juga telah melaporkan adanya hujan abu tipis disekitar wilayah Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Klaten, merupakan lokasi terdekat dengan puncak Merapi, sekira 4 kilometer jaraknya.


Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui siaran persnya di akun Twitter @BPPTKG menyampaikan, tingkat aktivitas siaga Merapi keluarkan rentetan awan panas guguran sejak 4 Januari 2021 lalu. Saat ini Merapi memasuki fase erupsi yang bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi.


"Erupsi tipe Merapi adalah erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, disertai guguran lava dan awan panas guguran," terang Hanik.


Dikatakan, pada hari ini (Rabu-Red), sejak pukul 00.00 WIB -14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500 meter -3.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.


"Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik”, ungkap Hanik


Akibat dari kejadian awan panas guguran tersebut, sejumlah lokasi melaporkan hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan beberapa lokasi di Klaten.


“Hujan abu dapat terjadi sebagai akibat dari kejadian awan panas guguran. Untuk itu masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti dengan menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air”, himbaunya.


Dalam kesempatan ini Hanik menyatakan, bahwa jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG–PVMBG-Badan Geologi, yaitu sejauh 5 km dari puncak Merapi pada alur Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut. Selain itu, terkait dengan masih musim penghujan, Hanik mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.


"Potensi bahaya erupsi Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dengan jarak maksimal 5 kilometer dari puncak. Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan menjangkau radius 3 km dari puncak," tandasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :