Rekomendasi

Jelang PSBB Jawa - Bali, Pemkab Sukoharjo Terbitkan SE Larangan Hajatan

Kamis, 07 Januari 2021 : 18.19
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO-Pemerintah pusat telah menginformasikan bakal memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari mendatang untuk menekan penyebaran wabah Covid-19.


Sejalan dengan rencana tersebut, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya juga melakukan langkah antisipasi dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelarangan Penyelenggaraan Hajatan. Larangan hajatan berlaku mulai bulan Januari 2021.


“Untuk pelaksanaan akad nikah bila kondisi mendesak dibatasi yang hadir maksimal 30 orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Wardoyo mengutip salah satu poin materi SE Nomor 300/040/2021, Kamis (7/1/2021).


Dijelaskan, SE sengaja diterbitkan sebagai upaya menekan laju penyebaran virus corona dari keramaian/kerumunan massa, kegiatan pertemuan dan hajatan (nikah, sunatan, peringatan kematian/tahlian dan lainnya).


"Warga yang akan menikahkan putra- putrinya tidak boleh mengedarkan undangan, dilarang memakai sound system atau pelantang suara, dilarang menggelar hiburan serta tidak boleh memasang tarub/tratag/tenda," tegasnya.


Dalam SE disebutkan, untuk durasi waktu pelaksanaan akad nikah dibatasi maksimal 1,5 jam dimana hidangan dibagikan kepada tamu dalam bentuk nasi box agar bisa dibawa pulang.


“Ini berlaku mulai bulan Januari dan akan diadakan evaluasi secara berkala,” imbuh Bupati.


Kepada seluruh camat/lurah dan kades, oleh Bupati diminta segera menyampaikannya pada RT/RW di wilayah masing-masing dan selanjutnya disosialisasikan pada masyarakat.


Berdasarkan data yang didapat hariankota.com, saat ini kasus positif Covid-19 di Sukoharjo grafiknya terus naik. Berdasarkan update 6 Januari 2021, masih ada 450 kasus positif aktif, terdiri 284 orang isolasi mandiri dan 166 orang rawat inap di rumah sakit. 



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :