Rekomendasi

Kampanye Keselamatan Dahulukan Ambulans Sambil Bagikan Sembako Untuk Supeltas

Minggu, 31 Januari 2021 : 16.20
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Sejak wabah Covid-19 melanda, intensitas mobil ambulans yang melaju dengan sirine meraung-raung menerobos kepadatan lalu lintas makin meningkat dan sudah menjadi pemandangan biasa. Terkadang kerap terjadi ambulans terjebak macet atau karena terhalang kendaraan lain.

Secara hukum, ambulans yang sedang bertugas harusnya cuma kalah sama mobil pemadam kebakaran. Bahkan Polisi hingga kendaraan pejabat juga wajib hukumnya berhenti untuk memberi kesempatan ambulans lewat.

Hal ini jelas tertulis dalam Pasal 134 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa ambulans yang mengangkut orang sakit mendapat prioritas kedua di jalan raya setelah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang bertugas.

Tergerak menggugah kesadaran masyarakat, komunitas relawan pengemudi ambulans bersama Sedekah Bareng Perjamas (SABER) dan anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA) menggelar kampanye keselamatan ambulans sekaligus bakti sosial membagikan paket sembako untuk sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) disejumlah persimpangan yang sering di lalui mobil ambulans, salah satunya di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (30/1/2021).

"Pengguna jalan di Solo Raya ketika mendengar suara sirine ambulans, responnya untuk segera menepi memberi jalan masih lambat. Seringkali terjadi, tim escort (sepeda motor pengawal ambulans) kami dihalangi saat memandu ambulans yang membawa pasien," tutur koordinator baksos dari SABER Kartasura, Sukoharjo, Wirawan Setiadi kepada hariankota.com.

Diungkapkan, saat ini masih minim kesadaran pengguna jalan yang sadar, jika ambulans harus mendapat prioritas di jalan. Para pengguna jalan terkadang tidak mau memahami bahwa ambulans membawa pasien yang sakit yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin.

“Kadang itu memancing emosi teman- teman dari tim escort yang rata- rata masih muda hingga memicu pertikaian dijalan akibat sama - sama terpancing emosi," kata Wirawan yang menyebut, sedikitnya saat ini ada sekira 70 anggota relawan pengemudi ambulans yang bergabung dari berbagai kelompok di Solo Raya.

Oleh karenanya dengan kegiatan kampanye dan baksos pembagian paket sembako untuk Supeltas kali ini terkandung maksud dan tujuan, menggugah respon para Supeltas agar lebih tanggap dengan suara sirine ambulans saat akan melintas. Setidaknya berperan membantu menepikan kendaraan lain agar laju ambulans tidak terhambat.

"Sasaran baksos ada sekitar 30 Supeltas yang sering membantu mengatur arus lalu lintas di sejumlah persimpangan, mulai dari Kartasura, Baki, Grogol di Sukoharjo. Kemudian Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon di Kota Solo. Dalam rute kegiatan ini kami sengaja melewati titik- titik persimpangan tempat para Supeltas itu bertugas," sambungnya.

Sejumlah pesan dan himbauan melalui spanduk sengaja di pasang di body kanan kiri mobil ambulans yang dibawa dalam kegiatan, bunyinya, 10 detik yang anda berikan untuk menepi menyelamatkan jiwa pasien kami ; Kami bukan pembalap tapi kami butuh cepat ; Berilah jalan pada kami, siapa tahu keluarga anda yang di dalam ambulans ; dan Nek Keluargamu Sing Neng Njero Perasaanmu Piye.

"Untuk saat ini sasaran kampanye dan baksos baru pada Supeltas. Nanti kami juga akan menyasar juru parkir di tempat yang padat lalu lintas. Karena kadang para juru parkir ini saat mendengar sirine ambulans tetap beraktivitas memberi aba- aba kendaraan yang parkir. Semestinya ditahan dulu menunggu ambulans yang mau lewat," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :