Rekomendasi

KKN Mandiri Dimasa Pandemi, Mahasiswa UVBN Gagas Rumah Cerdas dan Layanan Trauma Healing

Jumat, 29 Januari 2021 : 19.18
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Ratusan mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara ( UVBN) Sukoharjo dilepas secara dalam jaringan (daring) untuk mulai menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri periode II Tahun 2021 di masa pandemi Covid-19. Pelepasan digelar terpusat di kampus setempat, Jum'at (29/1/2021).


Berbeda dengan KKN sebelum pandemi melanda, dimana peserta dibagi dalam kelompok kerja. Kali ini mengingat adanya pembatasan aktivitas, mahasiswa melakukan kegiatan mandiri di lingkungan masing - masing dengan harapan mampu belajar mengatasi krisis multidimensi dan multidisiplin.


Melalui pembekalan daring menggunakan aplikasi Zoom meeting selama dua hari, Kamis - Jum'at (28-29/1/2021), Rektor UVBN Sukoharjo, Ali Mursyid WM menyampaikan, penekanan KKN periode II di masa pandemi adalah membelajari masyarakat masalah protokol kesehatan (prokes).


"Pandemi hampir satu tahun berjalan membuat banyak anak - anak sekolah dan orang tua stres, maka temanya kami geser tentang pembelajaran di masa pandemi, salah satu gagasannya adalah membuat RCU (Rumah Cerdas UVBN) di tiap lokasi KKN dan layanan trauma healing," jelas Rektor kepada hariankota.com usai melepas peserta KKN.


Menurut Rektor, RCU merupakan kegiatan kelompok belajar untuk anak - anak yang diinisiasi mahasiswa peserta KKN dengan pembatasan peserta. Sedangkan layanan trauma healing bertujuan menumbuhkan semangat belajar bagi anak - anak yang terdampak peniadaan aktivitas tatap muka di sekolah.


"Ketika anak - anak ini sudah menjauhi belajar, maka ini bisa diartikan sudah ada trauma. Maka dalam pembekalan kami hadirkan pemateri untuk

membekali mahasiswa peserta KKN terutama dari Prodi Bimbingan dan Konseling tentang metode trauma healing," ujar Ali.


Koordinator Pembekalan KKN Periode II Tahun 2021, Harsono menambahkan, KKN mandiri merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh kampus sebagai bagian dari adaptasi dan inovasi agar kegiatan kemahasiswaan dapat terus berjalan dengan tetap mengedepankan penerapan prokes selama pandemi.


"Maka tema KKN adalah "Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19", karena kebetulan peserta KKN tahun ini kebanyakan adalah mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dari 393 peserta KKN, hanya 16 orang yang non FKIP," ungkapnya.


Dalam program KKN mandiri periode II ini, lokasi yang dijadikan sasaran juga disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal masing - masing mahasiswa, yakni 393 lokasi tersebar di 7 Provinsi, yaitu NTT, Jambi, Jabar, Jatim, Jateng, NTB dan DIY.


"Tehnik laporan KKN kami ubah, tidak lagi berorientasi pada buku laporan tapi laporan kegiatan dari hasil dokumentasi kegiatan dalam bentuk video

atau foto melalui link aplikasi khusus "Survey123" seminggu dua kali. Kemudian juga harus menghasilkan video kreatif yang diunggah ke Youtube," sambungnya.


Sementara Dekan FKIP UVBN Toni Harsan, berharap kepada peserta KKN yang mayoritas merupakan mahasiswa calon pendidik menguasai teknologi informasi (IT), inovasi dan kreasi dalam segala situasi pendidikan, apalagi saat ini masa pandemi.


"Era pandemi dan era 4.0 calon guru harus mampu memanfaatkan big data untuk menjalankan program pendidikan. Dan dalam KKN kali ini gagasan RCU, adalah salah satu target output KKN, tentunya dengan menyesuaikan kearifan lokal di daerah masing-masing," pungkas Toni yang juga diminta memberi pembekalan



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :