Rekomendasi

Miliki Kormobid, Bupati Sukoharjo Batal Disuntik Vaksin Sinovac

Senin, 25 Januari 2021 : 19.27
Published by Hariankota


 SUKOHARJO- Pemkab Sukoharjo mulai melaksanakan program pencanangan vaksinasi tahap pertama dengan sasaran prioritas 6.896 tenaga kesehatan (nakes). Pelaksanaan diawali menyuntikkan vaksin produk Sinovac kepada 10 tokoh masyarakat di RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo, Senin (25/1/2021).


Diantara 10 tokoh itu, ada Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati serta tokoh lain dari agama Islam dan rohaniawan Kristen / Katolik.


Tidak ada nama Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam daftar, karena berdasarkan proses screening cek kesehatan, Bupati tidak memenuhi kriteria. Selain sudah berusia diatas 60 tahun, bupati diketahui juga memiliki kormobid/penyakit penyerta.


"Saya tidak memenuhi kriteria untuk mendapat vaksin karena usia lebih dari 60 tahun dan ada kormobid. Tapi, masyarakat tidak perlu ragu dan takut karena (vaksin) sudah dinyatakan aman oleh WHO,” kata Bupati yang hadir menyaksikan vaksinasi bersama istrinya, Etik Suryani.


Dijelaskan, pencanangan dimulainya vaksinasi corona merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Vaksinasi dimulai 10 tokoh publik dengan maksud untuk memberikan contoh pada masyarakat bahwa vaksin benar-benar aman.


Kepada hariankota.com, Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati disela pelaksanaan menjelaskan, saat ini total kasus positif corona di Sukoharjo mencapai 3.656 kasus dan 224 diantaranya meninggal dunia dimana persentase angka kematian mencapai 6,1%


"Program vaksinasi untuk mencegah penularan virus corona, mengurangi transmisi atau penularan, menurunkan angka pasien positif dan kematian, mencapai kekebalan kelompok masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi," paparnya.


Menurutnya, vaksin akan diberikan dua kali dosis dengan jarak penyuntikan pertama dan kedua selama14 hari dengan target keseluruhan akan menyasar 579.681 orang. Terdiri, nakes 6.896 orang, pelayanan publik 224.489 orang, masyarakat umum dan pelaku ekonomi 196.910 orang, dan lansia 112.935 orang.


Sementara dalam kesempatan ini, saat diminta menanggapi proses penyuntikan vaksin produk Sinovac tersebut,  Dandim Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan usai  mendapat suntikan vaksin pada lengan kirinya mengaku tidak merasakan sakit apapun.


"Saya hari ini (telah) mendapat (suntikan) vaksin. Sebagai kewajiban warga negara dalam ikut memerangi pandemi Covid-19.Jadi masyarakat tidak perlu merasa takut (untuk divaksin)," tegas Dandim.


Seperti diketahui, mulai hari ini (Senin-Red) sebanyak 31 kota/kabupaten wilayah Jawa Tengah, serentak menggelar vaksinasi. Total sebanyak 248.600 dosis vaksin produksi Sinovac akan disuntikkan kepada 122.617 nakes.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :