Rekomendasi

Pemkab Gunakan Data BPS untuk Penyusunan Program Bagi Masyarakat

Kamis, 21 Januari 2021 : 19.47
Published by Hariankota


BULELENG
- Gunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pemkab Buleleng susun  program-program yang akan ditujukan kepada masyarakat.


Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra sebut dengan data yang baru saja dirilis, Pemkab Buleleng mempunyai amunisi untuk penyusunan program-program bagi masyarakat. Termasuk mempunyai data yang akurat mengenai jumlah penduduk.


"Dengam begitu kita tahun,  jumlah sekian. Yang pra-sejahtera sekian. Sehingga nantinya bisa dipersiapkan dengan matang dan terukur program-program lanjutan untuk masyarakat Buleleng,” jelasnya usai mengikuti Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020 secara daring dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Kamis (21/1/2021).


Selama masa pandemi Covid-19, dana-dana pemerintah difokuskan untuk penanganan Covid-19. Namun,  perbaikan ekonomi tidak serta-merta dikesampingkan.


Pemkab Buleleng selalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menjalankan tiga program inti selama pandemi ini. Pertama tetap penanganan kesehatan dengan 3T (Tracing, Test, Treatment).


"Kedua, Pemulihan ekonomi nasional, dengan meningkatkan sektor pertanian, dan UMKM.

Letiga adalah program Jaring Pengaman Sosial. Tiga itu menjadi tujuan kita sekarang. Semuanya difokuskan ulang ke sana. Bahkan setelah ini sesuai instruksi pemerintah pusat, anggaran difokuskan ulang ke vaksinasi massal. Semuanya untuk masyarakat,” ucap Sutjidra.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng Made Bimbo Abdi Suardika menambahkan saat ini Kabupaten Buleleng memiliki jumlah penduduk terbesar di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali.


Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk pada September 2020, Buleleng memiliki penduduk sejumlah 791.813 jiwa. Naik dari 624.125 jiwa di tahun 2010. Hal ini berarti ada laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,02 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Ini disebabkan banyak masyarakat yang pulang kampung. Kembali ke Buleleng dari perantauan selama pandemi Covid-19 berlangsung.


"Kalau kondisinya normal, mungkin saja komposisi jumlah penduduk di Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali berbeda dari yang dihasilkan oleh Sensus Penduduk 2020. Yang notabene dilakukan dalam masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.



Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :