Rekomendasi

Penetapan Cabup- Cawabup Terpilih, KPU Sukoharjo Tunggu BRPK MK

Senin, 18 Januari 2021 : 18.42
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo belum menjadwalkan Rapat Pleno Penetapan Calon Bupati (Cabup)- Calon Wakil Bupati (Cawabup) terpilih. Penjadwalan masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui terbitnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).


Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda menyampaikan, jika sesuai jadwal, BRPK akan terbit pada hari ini, Senin (18/1/2021), sebagaimana peraturan MK No 8/2020 tentang Tahapan, Kegiatan, Jadwal Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. BRPK menjadi landasan hukum untuk menggelar rapat pleno penetapan cabup-cawabup terpilih.


"Saat ini, kami tengah mempersiapkan berbagai hal yang erat hubungannya dengan penetapan cabup-cawabup Sukoharjo terpilih," kata Nuril saat dihubungi hariankota.com.


Nantinya, dalam rapat pleno tertutup penetapan cabup-cawabup terpilih digelar dengan pembatasan jumlah peserta. KPU Kabupaten Sukoharjo selaku penyelenggara pemilu diberi waktu tiga hari untuk menetapkan cabup-cawabup terpilih setelah MK menerbitkan BRPK.


"Rapat pleno penetapan cabup-cawabup terpilih diatur dalam PKPU No 13/2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19. Tentang terbitnya BRPK diperlukan untuk memastikan apakah ada gugatan hukum atas hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo atau tidak," jelasnya.


Menurutnya, rapat pleno penetapan cabup-cawabup terpilih tak berbeda jauh dengan saat pengundian nomor urut pasangan cabup-cawabup. Peserta dibatasi hanya dihadiri lima komisioner KPU Sukoharjo, pasangan cabup-cawabup, tim pasangan calon dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo.


"Regulasinya sama saat pengundian nomor urut pasangan calon. Rapat pleno penetapan cabup-cawabup terpilih dilaksanakan secara tertutup dengan pembatasan jumlah peserta. Hal ini bagian dari upaya pencegahan pandemi Covid-19," sambungnya.


Dalam kesempatan ini, atas nama penyelenggara Pilkada, Nuril juga menyampaikan apresiasinya kepada para stakeholder yang ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati di Sukoharjo pada 9 Desember 2020 lalu.


"Tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi dan memenuhi target nasional," ungkap Nuril.


Sementara, Komisioner KPU Sukoharjo dari Divisi Hukum dan Pengawasan, Ita Efiyati, menambahkan, secara umum, pelaksanaan tahapan lanjutan pilkada berjalan lancar di tengah gerusan pandemi Covid-19.


"Tingkat kepatuhan pemilih dalam menjalankan protokol kesehatan di lokasi tempat pemungutan suara (TPS) cukup tinggi," paparnya.


Seperti diketahui, KPU Sukoharjo telah merampungkan pleno rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pilkada Sukoharjo. Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1, Etik Suryani-Agus Santosa (EA ) unggul perolehan suara 266.500 (53,34%) atas pasangan nomor urut 2, Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa (Joswi) yang meraup 233.108 suara (46,66%).



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :