Rekomendasi

Sepanjang Tahun 2020, BKIPM Tangani 896.238 Benih Lobster Yang Gagal di Selundupkan

Sabtu, 09 Januari 2021 : 18.28
Published by Hariankota


JAKARTA
- Sepanjang tahun 2020 Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan hasil Perikanan (BKIPM) tangani sebanyak 896.238 ekor benih bening lobster (BBL) hasil selundupan berhasil digagalkan oleh aparat.


Diketahui aparat gabungan yang terdiri dari BKIPM, Polri, dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Bea Cukai di seluruh Indonesia berhasil gagalkan  sejumlah kasus penyelundupan. 


"Selama 2020, ada 21 kasus penyelundupan yang kita tangani," kata Kepala BKIPM, Rina dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/1/2021).


Rina menjabarkan, sebaran daerah yang menggagalkan penyelundupan benih benih lobster di antaranya, Stasiun KIPM Jambi 8 kasus, kemudian Stasiun KIPM Surabaya I sebanyak 4 kasus.


Sisanya, Balai Besar KIPM Makassar, Stasiun KIPM Pekanbaru, Balai KIPM Jakarta II, Balai KIPM Medan I, Stasiun KIPM Palembang, Stasiun KIPM Bengkulu, Balai KIPM Denpasar, Balai KIPM Semarang dan Stasiun KIPM Batam masing-masing 1 kasus.


"Dari sebaran ini, kita bisa melihat Jambi yang paling tinggi," urainya.


Guna menekan angka penyelundupan, Rina menegaskan, akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan benih lobster. Selain itu, BKIPM juga akan meningkatkan kapasitas para penjaga perbatasan untuk mencegah penyelundupan benih dan ikan dilindungi.


"Kita akan terus bersinergi dengan lembaga lain untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan benih ini," tegasnya.


Adapun benih lobster tersebut kemudian dilepasliarkan ke alam. Pelepasliaran dilakukan setelah adanya koordinasi dengan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut terkait rekomendasi penetapan lokasi pelepasliaran.


"Semuanya sudah kita lepasliarkan, dan dalam hal ini kita berkoordinasi dengan Ditjen PRL," tandasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :