Rekomendasi

Sukoharjo Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 Gelombang Pertama Sasar Ribuan Nakes

Minggu, 03 Januari 2021 : 19.20
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO-  Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo berencana melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap sekira 6.000 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukoharjo pada gelombang pertama awal tahun ini.


Nakes diprioritaskan lantaran akan bertugas menyiapkan vaksinasi massal di 26 fasilitas kesehatan (faskes) dari rencana semula 16 faskes.


Informasi yang didapat hariankota.com, faskes pelaksanaan vaksinasi massal akan dipersiapkan dalam rentang waktu dua hari setelah para nakes yang bertugas dilapangan terlebih dulu menjalani vaksinasi untuk melindungi dari paparan virus.


"Pemerintah pusat merencanakan 22 Januari 2021 mendatang akan dimulai vaksinasi Covid-19. Namun, sepertinya ada perubahan lagi, karena Presiden meminta dipercepat," terang Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (3/1/2021).


Dari jumlah nakes tersebut menurut Yunia, sebenarnya ada perbedaan selisih antara data Kementerian Kesehatan (Menkes) dengan data di sistem informasi Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Data Kemenkes sekira 6000 lebih, sedangkan data dari DKK Sukoharjo jumlahnya sekira 8 ribu nakes.


"Memang untuk kuota di Kabupaten Sukoharjo belum ada. Termasuk jumlah total yang akan di vaksin juga  belum ada. Namun prioritasnya ya nakes itu, sebanyak 6.898 orang," paparnya 


Diakui, secara teknis pemberian vaksin terhadap ribuan nakes itu harus selesai dalam dua hari karena ada perubahan jumlah lokasi faskes tempat para nakes akan bertugas memberikan vaksinasi kepada masyarakat.


"Semula kami rencanakan 12 puskesmas, 3 rumah sakit dan 1 klinik. Karena waktu yang diberikan hanya 2 hari, maka kami perluas menjadi 12 Puskesmas, 10 rumah sakit, 3 klinik TNI dan 1 klinik Polri," terang Yunia.


Adapun teknis dan ketentuan dalam pemberian vaksin disebutkan, yakni 1 tim berjumlah 4 orang, maksimal 1 sesi memberikan vaksin kepada 15 orang dalam sehari dengan 3 sesi. Jadi rata-rata 1 faskes, 1 tim, 3 sesi sehari.


"Hitung-hitungan kami, Insya Allah nanti cukup untuk semua faskes yang telah kami siapkan," ujar Yunia yang juga Kepala DKK Sukoharjo ini.


Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan untuk infrastruktur lainnya seperti cool room dan cool chain sudah tersedia, tetapi jumlahnya belum mencukupi sehingga harus ditambah. Saat ini sudah mengirimkan usulan ke Pemkab Sukoharjo.


"Syarat kesehatan bagi nakes yang akan di vaksin adalah yang belum pernah terpapar Covid-19. Selain itu, nakes juga tidak ada komorbid dan bukan lansia. Jadi tetap kami screening, harapannya nanti betul-betul nakes yang divaksin adalah nakes sehat," sambungnya.


Menurutnya, bagi nakes yang pernah terpapar Covid-19 secara teori medis sudah memiliki antibodi, meskipun tak dipungkiri ada beberapa temuan kasus orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 kembali terpapar lagi.


"Tapi tetap kami lihat lagi kejadiannya kapan kena covidnya, karena akan juga berpengaruh dengan kadar antibodi saat ini," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :