Rekomendasi

Terminal LNG Benoa Jadi Ketahanan Listrik Bali.

Minggu, 03 Januari 2021 : 23.02
Published by Hariankota


TANJUNG BENOA
-  PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam menjaga kehandalan energi Indonesia.

Salah satunya melalui Terminal LNG Benoa yang dioperasikan cucu usaha Pelindo III yaitu PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL). Terminal LNG Benoa diresmikan Presiden Jokowi pada 11 Juni 2016.


Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Wawan Sulistiawan mengatakan, Terminal LNG Benoa memberikan angin perubahan dalam pemanfaatan energi hijau (green energy) di Pulau Dewata.


"PT Pelindo III melalui PT PEL berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung ketahanan energi nasional," katanya dalam siaran persnya, Sabtu (2/1/2021).


Terminal LNG Benoa kata Wawan telah ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui penetapan Kementerian ESDM.


Penetapan itu diperkuat Keputusan Menteri ESDM Nomor 159 K/90/MEM/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 77 K/90/MEM/2020 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. Terminal LNG Benoa tertuang dalam halaman 27 nomor urut 118.


"Kepmen ESDM tersebut sejalan dengan komitmen PT Pelindo III dalam mengamankan fasilitas Terminal LNG Benoa untuk mendukung kehandalan kelistrikan Indonesia," ucapnya. 


Wawan mengemukakan, Terminal LNG Benoa merupakan LNG Terminal Terapung Pertama skala menengah (middle scale) di Indonesia untuk menyimpan, meregasifikasi dan menyalurkan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas 200 MW Pesanggaran (PLTDG) milik PT Indonesia Power (PT IP) yang merupakan anak perusahaan PT PLN.


Menurutnya, pola pemanfaatan Terminal LNG terapung untuk mendukung kehandalan energi listrik tersebut dinilai paling tepat untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. Peran pelabuhan sebagai link (supply chain logistik); gateway (pintu gerbang ekonomi) dan interface (pertemuan sea dan land transportation) sangat mendukung terciptanya efisiensi energi listrik di Pulau Bali.


"Hingga akhir tahun 2020 Terminal LNG Benoa telah berhasil melakukan 83 (delapan puluh tiga) pengapalan LNG dengan status Zero Accident untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas PLTDG Pesanggaran dimulai sejak tahun 2016 hingga saat ini," ujarnya. 


"Hal ini merupakan komitmen PT Pelindo III menjalankan lima prioritas prinsip Kementerian BUMN yaitu Pengembangan Talenta yang diimplementasikan oleh PT PEL dalam meningkatkan kompetensi SDM dan memiliki sertifikasi dari BNSP," sambung Wawan. 


Ia mengatakan, penggunaan LNG (gas alam cair) untuk energi listrik juga memiliki nilai lingkungan dan ekonomis yang tinggi. Dibandingkan bensin dan solar, LNG lebih ramah lingkungan, sekaligus dapat mengurangi emisi sekitar 85%. Bahkan dibandingkan CNG, LNG memiliki nilai densitas energi 3 kali lebih besar pada volume yang sama, disamping menghasilkan harga ekonomi kelistrikan yang sangat efisien.


"Kolaborasi antara PT Pelindo III, PT PLN dan PT Pertamina dalam ekosistem bisnis BUMN itu mendukung program pemerintah 'konversi energi pembangkit listrik' dari BBM menjadi gas yang lebih ramah lingkungan, juga mampu menghemat Rp 4 milyar/hari dari penggunaan BBM," jelasnya.


Selain itu, PT PEL telah mendapatkan sertifikasi dan selalu berkomitmen dalam penerapan sesuai dengan ketentuan ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ISO 45001:2018 oleh Badan Audit Lloyd’s Register. 


"Kedepan Pelindo III melalui cucu usahanya PT PEL akan mengembangkan pemanfaatan LNG untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional melalui fasilitas midstream LNG untuk kebutuhan Pembangkit, Industri, Retail dan Rumah Tangga," ungkapnya.


Sesuai dengan kontrak kerjasama antara PT PEL dengan PT IP tentang penyediaan fasilitas midstream LNG, pihaknya disebut memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menjamin pasokan penyaluran gas ke PLTDG Pesanggaran. 


Pelaksanaan aktivitas itu, PT. PEL didukung sejumlah fasilitas, seperti LNG Carrier, Floating Storage Unit, Floating Regasification Unit, dan Port and Pipe yang dikerjasamakan dengan beberapa mitra kerja. 


"Dalam rangka menjamin keandalan penyaluran gas ke pembangkit, PT PEL selalu berusaha menjaga kesiapan seluruh fasilitas pendukung. PT PEL melakukan perbaikan FRU yang seharusnya dilakukan oleh mitra kerja PEL demi tetap menjaga keandalan pasokan penyaluran gas ke pembangkit," pungkasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :