Rekomendasi

Tiga Hari Pertama PSBB di Sukoharjo, Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Masih Rendah

Rabu, 13 Januari 2021 : 15.00
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Memasuki hari ke 3 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa - Bali, atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sukoharjo, tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah.


Sejumlah pelanggaran ditemukan saat operasi yustisi gabungan, utamanya dari sektor kuliner seperti warung makan/angkringan/wedangan. Jumlah pengunjung dan jam operasional melampaui ketentuan yang tercantum dalam SE Bupati Sukoharjo.


"Selama tiga hari ini kami melakukan giat operasi yustisi gabungan di wilayah Sukoharjo Kota, tingkat kesadaran pelaku usaha terutama bidang kuliner masih rendah," terang Plt Camat Sukoharjo Kota, Hafid Danang PW disela memimpin operasi yustisi, Rabu (13/1/2021).


Para pelaku usaha belum sepenuhnya mentaati ketentuan batasan jumlah pengunjung yang makan ditempat maksimal 25% dari kapasitas tempat usaha. Ia menilai sisi bisnis dalam mengejar keuntungan masih dikedepankan sehingga mengabaikan aturan PPKM.


"Ini akan rutin kami awasi. Jika pelaku usaha masih lalai, atau enggan mentaati aturan PPKM dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19 maka akan dilakukan tindakan berupa sanksi sesuai peraturan yang ada," katanya kepada hariankota.com.


Sebagai upaya penerapan protokol kesehatan khususnya tentang jaga jarak minimal 1,5 meter, sejumlah petugas Satpol PP yang menyertai dalam operasi memasang tanda silang menggunakan plester warna merah di meja tempat makan pengunjung.


"Dengan tanda silang merah di meja tempat makan pengunjung itu, kami mengedukasi pelaku usaha agar patuh melaksanakan protokol penanganan Covid-19," sambung Hafid.


Seperti diketahui Bupati Sukoharjo melalui SE Bupati Nomor 400/061/2021, membatasi jam operasional tempat kuliner seperti warung makan/angkringan/wedangan yang biasa untuk tempat nongkrong maksimal sampai pukul 19.00 WIB.


Sementara untuk makan/minum ditempat hanya diijinkan 25% dari kapasitas tempat duduk dan tidak boleh melebihi 50 orang. Sedangkan untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang, tetap diizinkan.



Jurnalis : Sapto
Editor : Baharadika

Share this Article :