Rekomendasi

Untuk Bertahan Hidup Selama PPKM, Pelaku Seni Terpaksa Jual Sound System

Selasa, 26 Januari 2021 : 19.49
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Ratusan pelaku seni dan jasa wedding, mulai player organ tunggal, penyanyi, rental sound system, jasa video shooting, fotografer wedding hingga catering di Sukoharjo diambang putus harapan. Mereka mengaku kelabakan ketika pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Semula di awal tahun ini mereka masih yakin situasi pandemi bisa lebih kondusif dan aktivitas usaha yang selama ini menjadi gantungan hidup bisa sedikit pulih, tapi kini angan -angan itu seketika sirna dengan adanya PPKM.


Sejak aturan pembatasan aktivitas masyarakat hingga larangan menggelar hajatan diberlakukan, mereka praktis menjadi pengangguran lantaran tidak ada pendapatan untuk menghidupi keluarga. Bahkan untuk bertahan hidup selama pandemi hingga PPKM, beberapa ada yang terpaksa menjual sebagian harta bendanya.


“Penurunan penghasilan selama pandemi ini, kalau dihitung lebih dari 100%, alias minus. Bahkan untuk menghidupi keluarga, saya terpaksa sampai menjual sound system agar dapat bertahan hidup," ungkap Nika Adi Putu Wiryawan, seorang player organ tunggal saat ditemui wartawan bersama sejumlah pelaku usaha lain, sama- sama terdampak PPKM.


Dimasa sebelum pandemi, Nika yang merupakan anggota Paguyuban Seniman Sukoharjo ini mengaku hampir tidak pernah sepi job berbagai acara. Apalagi jika musim hajatan pernikahan, hampir tiap hari bisa dipastikan tidak pernah di rumah karena padatnya jadwal mengisi acara.


"Sejak PPKM, satupun tidak ada pemasukan. Bahkan banyak job yang dibatalkan," papar Nika kepada hariankota.com yang diamini oleh pelaku usaha lain dari bidang video shooting dan fotograpy wedding.


Selama pandemi corona melanda, ia mengaku sebelum akhir 2020 lalu,  pernah satu kali mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Namun sejatinya yang diharapkan Nika dan sejumlah rekan - rekannya adalah solusi agar para pelaku seni dan jasa wedding bisa tetap bertahan di tengah pandemi.


"Untuk berspekulasi banting setir pekerjaan misalnya berjualan kuliner, saya terus terang tidak berani karena terbentur modal dan kemampuan. Karena setiap orang kan mempunyai kemampuan berbeda. Diluar dari kesenian saya tidak bisa," imbuhnya.


Terpisah, menanggapi banyaknya keluhan pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM ) akibat perpanjangan PPKM hingga 8 Februari mendatang, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menegaskan, tidak akan membuat program bantuan dengan pertimbangan bantuan UMKM sudah dikucurkan langsung oleh pemerintah pusat.


“Bantuan untuk UMKM sudah ada dari pemerintah pusat sehingga daerah tidak memprogramkan. Kalau terkait PPKM, Sukoharjo hanya melaksanakan aturan dari pusat dalam upaya menekan penyebaran virus corona,” terang Bupati, Selasa (26/1/2021).


Bantuan UMKM dari pemerintah pusat yang dimaksud Bupati adalah bantuan modal usaha sebesar Rp 2,4 juta, dimana untuk Sukoharjo sudah ada yang menerima, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Dikarenakan hal itu, Pemkab Sukoharjo ditegaskan Bupati tidak memprogramkan lagi bantuan serupa karena sudah ada dari pemerintah pusat.


Menyinggung tentang efektifitas PPKM dalam menekan kenaikan angka kasus positif Covid-19,  Wardoyo mengatakan, nantinya baru akan diketahui setelah PPKM berakhir. Apakah ada penurunan jumlah kasus atau tidak, nantinya akan terlihat setelah PPKM selesai. Yang jelas, saat ini jumlah kasus positif masih terus naik setiap harinya.


"Diterapkannya PPKM di Sukoharjo, karena kasus positif corona di Sukoharjo dan sekitarnya cukup tinggi. Bahkan, hingga saat ini kasus positif corona terus mengalami kenaikan setiap harinya. Untuk itu, dengan PPKM diharapkan dapat menekan penyebaran virus," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :