Rekomendasi

Viral... Ajakan WNA Agar Pindah ke Bali di Masa Pandemi, Ini Pernyataan Imigrasi

Senin, 18 Januari 2021 : 21.15
Published by Hariankota


DENPASAR
- Jagat maya dihebohkan cuitan warga negara asing (WNA) bernama Kristen Gray untuk mengajak WNA lain agar tinggal di Bali. 


Menanggapi kasus yang saat ramai diperbincangkan Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali, Eko Budianto, dengan tegas sampaikan bahwa Indonesia saat selama masa pandemi Covid -19 menutup pintu untuk WNA.


"Untuk saat ini saya bisa sampaikan itu nggak bisa, saya pastikan itu nggak bisa," papar Eko kepada wartawan, Senin (18/1/2021).


Eko tegaskan sesuai dengan surat edaran Satgas COVID-19 hanya mereka (WNA) yang berkepentingan untuk  urusan diplomatik yang diijinkan masuk.  


"Sesuai dengan surat edaran Satgas COVID-19 nggak ada. Kecuali konsulat diplomatik sama dinas," tambahnya.


Sementara itu pihak Imigrasi juga langsung turun tangan melakukan pengecekan dokumen, termasuk lokasi mereka tinggal selama di Bali. 


"Kami sudah menurunkan  beberapa tim yang satu tim dari kantor wilayah kemudian juga dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai," lanjutnya.  


Sebelumnya, akun milik WNA bernama Kristen Gray mendadak viral karena mengajak WNA tinggal di Bali. Dalam cuitannya di akun Twitter @kristentootie atau Kristen.Gray, dia mengajak orang asing pindah ke Bali saat pandemi virus Corona.


Cuitan tersebut menjadi trending pada Minggu (17/1/2021) petang melalui Tagar #Bali. Akun Twitter Gray, yang mengaku  telah tinggal di Bali selama satu tahun terakhir, berkicau soal enaknya tinggal di Bali.


Dalam cuitan itu, dia mengisahkan pengalamannya menuju Bali setelah kehilangan pekerjaan pada 2019 bersama pacarnya yang juga perempuan. Awalnya, mereka mencoba tinggal selama enam bulan di Bali dan menghasilkan uang sebagai desain grafis. Tapi kemudian, wabah virus Corona membuat mereka tertahan di Bali.


Dalam akun Twitter miliknya Kristen Gray beberkan pengalamannya selama di Bali. Awalnya mereka hanya mencoba untuk tinggal selama enam bulan di Bali. 


Dan salama tinggal di Bali, mereka bekerja sebagai freelance desain grafis. Namun karena pandemi COVID-19 mereka terpaksa tinggal lama di Bali. 


Pernyataanya juga menjadi polemik saat Kristen Gray sebut biaya hidup dan tinggal di Bali terbilang murah. Ia menyebut biaya sewa rumah di Pulau Dewata yang cuma 400 dolar AS atau sekitar Rp5,6 juta jauh lebih murah dibandingkan, saat dia tinggal di Los Angeles (LA) yang harus membayar 1.300 dolar AS (Rp18,3 juta) untuk menyewa apartemen.


Dirinya merasa senang dan betah juga membeberkan deretan keuntungan hidup di Bali, di antaranya aman, biaya hidup rendah, gaya hidup mewah, ramah dengan LGBT, dan ada komunitas kulit hitam.


Permasalahan kemudian timbul saat Gray mencuit memiliki agen visa khusus dan mengaku memiliki trik cara bisa masuk Indonesia saat COVID-19. Padahal saat ini, Indonesia sedang menutup pintu untuk warga negara asing.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :