Rekomendasi

10 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air

Selasa, 02 Februari 2021 : 17.48
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

JAKARTA
- Vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac Life Sciences Co. Ltd kembali tiba di tanah air,  Selasa (2/2/2021). Vaksin tersebut diterbangkan dari Beijing menuju Indonesia dengan menggunakan maskapai Singapore Airlines SQ 080.


Kedatangan vaksin COVID-19 kali ini merupakan kedatangan tahap keempat dengan jumlah sebesar 10 juta dosis dalam bentuk bahan baku dengan, tambahan overfilled sebanyak 1 juta dosis.


Sebelumnya, Indonesia telah memiliki 3 juta dosis vaksin COVID-19 yang sudah didistribusikan ke 34 provinsi. Ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku. Vaksin tersebut dikirim dalam tiga tahap sejak Desember 2020.


Pada pengiriman pertama, yakni 6 Desember 2020, Indonesia menerima 1,2 juta dosis. Selanjutnya pengiriman kedua tercatat sebanyak 1,8 juta dosis. Kemudian kedatangan ketiga sebanyak 15 juta dilakukan pada 12 Januari 2021.


Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/2/2021) mengatakan kedatangan vaksin telah memberikan optimisme bagi Indonesia.


"Hingga kemarin kita berhasil melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 509 ribu tenaga kesehatan. Mereka, para tenaga kesehatan,menunjukan antusiasme yang luar biasa saat vaksinasi, menunjukan optimis tinggi terhadap keamanan dan manfaat vaksin," kata Nadia.


Ia menegaskan, vaksinasi sangat penting untuk menciptakan kekebalan kelompok. Ketika kekebalan kelompok telah terbentuk, maka masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin, tetap akan terlindungi.


"Kami optimis, target vaksinasi COVID-19 terhadap 1,5 juta tenaga kesehatan akan tercapai pada akhir Februari 2021," ujarnya.


Nadia pun menegaskan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, semua reaksi masih bersifat ringat, tidak ada yang serius.


"Kami juga mengimbau agar masyarakat jangan sampai lengah, tetap disiplin dan patuhi protokol kesehatan," pungkasnya. 



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :