Rekomendasi

Aparat Gabungan Bubarkan Hajatan Warga Kartasura Saat Gerakan Jateng di Rumah Saja

Sabtu, 06 Februari 2021 : 13.47
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Aparat gabungan Polri/TNI dan Satpol PP Sukoharjo melakukan tindakan tegas membubarkan hajatan resepsi pernikahan yang digelar warga. Penyelenggara hajatan dinilai melanggar SE Bupati tentang gerakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021).


Sedikitnya ada dua hajatan di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, namun yang dibubarkan hanya satu acara hajatan yang dihelat di Dukuh Karang Tengah, Kelurahan Ngadirejo. Aparat gabungan membubarkan acara sekira pukul 10.00 WIB.


Pantauan hariankota.com, petugas langsung mencari penyelenggara acara dan meminta untuk menyudahi kegiatan hajatan. Penyelenggara dibantu warga pun segera mengumpulkan kursi dan sebagian tamu juga langsung diminta meninggalkan lokasi.


Pembubaran terpaksa dilakukan lantaran jumlah tamu yang hadir melebihi ketentuan, yakni maksimal 30 orang. Selain itu, penyelenggara hajatan diketahui juga memasang tenda di tengah jalan kampung dan menyiapkan tempat duduk.


Melalui pengeras suara, Kapolsek Kartasura Polres Sukoharjo AKP Heldan Pramoda Wardhana yang turun ikut membantu membubarkan dengan tegas meminta agar acara segera disudahi. Para tamu yang terlanjur datang diminta pulang ke rumah masing - masing.


"Hajatan ini memang sudah sesuai dengan prokes, memakai masker dan cuci tangan, namun jumlah tamunya melebihi batas yang ditentukan, sehingga untuk mencegah kerumunan terpaksa kami melakukan pembubaran,” kata Kapolsek.


Sedangkan untuk satu hajatan lagi, di Jl Slamet Riyadi, tepatnya Kampung Pelem Batok, Kelurahan Kartasura, menurut Kasi Trantib Kecamatan Kartasura Yanu Joko Asmono, pihaknya sudah mengingatkan penyelenggara agar tamu yang hadir tidak melebihi ketentuan, termasuk hidangan tidak boleh disajikan makan ditempat.


"Untuk yang di Pelem Batok, acaranya hanya ijab (Akad Nikah-Red) saja. Untuk acara resepsi akan di laksanakan di lain hari. Jadi yang hadir hanya internal keluarga masing - masing mempelai tidak sampai 30 orang. Meskipun begitu kami meminta agar acara segera disudahi setelah ijab," terangnya 


Disebutkan Yanu, sebelumnya Satgas Covid-19 Kecamatan Kartasura sudah mengetahui adanya rencana acara hajatan itu. Petugas telah memberi peringatan kepada masing - masing penyelenggara. Namun prakteknya masih ditemukan pelanggaran.


"Hari ini selain ada dua lokasi hajatan, kami juga melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja ke sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar. Sesuai SE Bupati, acara pernikahan tidak boleh digelar dengan mengedarkan undangan. Yang hadir maksimal 30 orang," pungkas Yanu.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :