Rekomendasi

Belanja Aman Dimasa Pandemi, Disdagkop UKM Sukoharjo dan BRI Luncurkan Web Pasar

Kamis, 11 Februari 2021 : 16.28
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-Sebuah gebrakan membantu pedagang pasar tradisional agar tetap produktif di masa pandemi Covid-19 dilakukan Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) UKM Sukoharjo bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), menyediakan sistem transaksi jual beli online yang disebut web pasar.


Setelah melalui proses edukasi, para pedagang pasar tradisional dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dikenalkan untuk terbiasa melakukan transaksi secara online menggunakan link dalam web yang bernama pasar.id.


“Melalui link pasar.id ini, ada kemudahkan dan fasilitas bagi masyarakat yang biasa belanja di pasar sekaligus membantu para pedagang untuk bisa berjualan secara online," kata Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo Sutarmo usai Launching Web Pasar di Pasar Kartasura, Sukoharjo, Kamis (11/2/2021).


Penggunaan pasar.id diyakini akan menjadi alternatif pola bertransaski yang sangat solutif bagi kepentingan interaksi konsumen dengan pedagang. Konsumen tidak perlu datang ke pasar. Mereka cukup menunggu barang yang dibelinya diantar ke rumah oleh kurir/delivery.


"Untuk Sukoharjo penggunaan Web Pasar ini perintisannya sudah sejak akhir tahun 2020 lalu, karena butuh proses untuk mengedukasi dan mendata para pedagang. Jadi ditengah pandemi ini kami berupaya agar mindset pedagang jangan hanya berjualan dengan cara manual saja," terangnya kepada hariankota.com.


Mengingat banyak kelebihan dan mudah dipahami sistem operasionalnya, oleh Sutarmo penggunaan Web Pasar ditengah pandemi dinilai sudah sangat tepat. Melalui link pasar.id, para pedagang selain bisa bertransaksi juga bisa melakukan promosi barang - barang yang dijualnya.  


“Yang lebih menguntungkan lagi, admin maupun kurirnya merupakan orang - orang disekitar pasar itu sendiri, sehingga sudah saling kenal dulu. Kalau di Pasar Kartasura ini jasa kurirnya menggunakan aplikasi lokal namanya Ki Kerto,' paparnya.


Sebelumnya, kurir disiapkan bersama para pedagang. Melalui jasa kurir lokal ini barang pesanan akan diantar sampai ke rumah pembeli. Semua menjadi satu lini pelayanan melalui link pasar.id yang dibuat oelh Bank BRI ini.


Menyinggung pola pembayaran, dijelaskan menggunakan sistem transfer yang menjamin transaksi jual beli menjadi sangat nyaman, aman, akuntabel, dan sangat mendukung gerakan cashless society atau gerakan masyarakat tanpa uang tunai yang sedang digalakkan oleh pemerintah.”


“Untuk sistem transfer, pedagang mendapatkan tiga verifikasi dari BRI. Yakni SMS notifikasi, pemberitahuan ke email, juga bisa langsung dicek melalui aplikasi BRIMO. Semua riwayat transaksi ada dan terekam di sana. Bukti transaksi juga bisa dilihat dan dikirim ulang melalui Whatsapp, SMS, dan lain-lain,” sambungnya.


Selain itu, pembayaran dalam transaksi juga bisa menggunakan aplikasi transaksi non tunai QR Code Indonesia Standart (QRIS). Nantinya, pedagang tinggal memotret dan mengirim barcode QRIS-nya kepada pembeli.


“Untuk belanja melalui web ini, pembeli cukup mengakses google dan mengetik alamat www.pasar.id . Ikuti saja alurnya. Semua sudah dibuat sedemikian rupa alur dan kontennya. Sangat mudah dan jelas. Pilihan pasar, pilihan barang dan pilihan pedagang, ada dan bisa diakses dengan cepat," bebernya.


Diakui Sutarmo, saat ini belum semua pedagang pasar di Sukoharjo bergabung di dalam Web Pasar. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar dan paguyuban-paguyuban para pedagang, untuk memastikan bahwa nantinya semua pedagang pasar bisa diakses melalui pasar.id.


“Metoda ini memang masih tergolong baru, sehingga belum semua pedagang pasar bergabung. Namun berdasarkan progress yang ada, semakin hari jumlah pedagang yang terdaftar semakin banyak. Saat ini memang baru Pasar Kartasura yang siap, berikutnya menyusul Pasar Ir Soekarno dan yang lainnya," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto

Editor : Mahardika

Share this Article :