Rekomendasi

Dua Hari Gerakan Jateng di Rumah Saja, DKK Sukoharjo Klaim Kasus Positif Covid-19 Turun

Senin, 08 Februari 2021 : 20.42
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Gerakan Jateng di Rumah Saja ditengah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju persebaran Covid-19 yang berjalan selama dua hari Sabtu-Minggu (6-7/2/2021) kemarin, di Kabupaten Sukoharjo diklaim membuahkan hasil positif.


"Secara teori, hasil sebenarnya baru bisa diketahui setelah pelaksanaan vaksinasi dan PPKM tahap pertama yang dilanjut tahap kedua dimana baru akan berakhir pada 28 Februari mendatang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (8/2/2021).


Meski begitu, seiring perjalanan PPKM tahap dua yang belum usai dan ditekankan dengan Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua serta berbarengan pelaksanaan vaksinasi, kasus positif corona di Kota Makmur mengalami tren penurunan sekira 20%.


"Alhamdulillah selama empat hari terakhir ini mengalami penurunan kasus. Dari sehari - hari biasanya terjadi diatas 50 sampai 70 kasus, saat ini di angka 30an kasus. Mudah- mudahan bisa terus membaik sampai akhir PPKM nanti," harapnya.


Akumulasi kasus positif di Sukoharjo dikatakan, mencapai 4.206 dimana sebanyak 3.494 sembuh dan 280 orang meninggal. Dari tiga indikator tingkat risiko yakni, epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat risiko tinggi atau masih zona merah.


"Penambahan kasus positif virus corona dan meninggal dunia menjadi salah satu penyebab status zona merah. Angka tersebut tinggi khususnya dilihat dalam kasus meninggal dunia. Dalam satu pekan terakhir terdapat kenaikan kasus kematian sebanyak 30 orang," paparnya.


“Untuk angka kematian tertinggi di Kecamatan Weru 10,3%, disusul Kecamatan Nguter 9,8%, Kecamatan Bendosari 9,4% dan Kecamatan Tawangsari 8,5%,” ujar Yuni yang juga Jubir Satgas Covid-19 Sukoharjo ini kepada hariankota.com.


Diketahui, saat ini di Sukoharjo masih terdapat 432 kasus positif corona aktif tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 119 orang, Baki 31 orang, Grogol 56 orang, Mojolaban 43 orang, Sukoharjo 78 orang, Nguter 15 orang, dan Bendosari 34 orang.


Kemudian disusul kasus positif berikutnya di Kecamatan Tawangsari 10 orang, Polokarto 10 orang, Bulu 10 orang, Weru 20 orang, dan Kecamatan Gatak 6 orang. 



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :