Rekomendasi

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Aparat Gabungan di Sukoharjo Patroli Keliling Pasar

Jumat, 05 Februari 2021 : 18.25
Published by Hariankota


SUKOHARJO - Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, Sabtu- Minggu (6-7/2/2021) di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua, direspon Pemkab Sukoharjo serentak dengan mengelar patroli sosialisasi di pusat - pusat keramaian.


Petugas gabungan di masing - masing kecamatan turun keliling menginformasikan tentang penerapan Gerakan Jateng di Rumah Saja, diantaranya seperti patroli yang dilakukan Polsek Kartasura, Polres Sukoharjo bersama Koramil Sukoharjo, Kodim Sukoharjo serta Camat Kartasura, menyasar Pasar Kecamatan Kartasura, Jum'at (5/2/2021).


Lewat pengeras suara, kepada pedagang dan pengunjung diingatkan agar patuh menerapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Jika tidak mengindahkan, maka sanksi denda Rp 50 ribu bakal dikenakan terutama saat penerapan Gerakan Jateng di Rumah Saja.


"Patroli sosialiasi ini menindaklanjuti anjuran Gubernur Jateng yang dituangkan melalui SE oleh Bupati Sukoharjo tentang dua hari di rumah saja. Ini merupakan upaya untuk menekan angka penularan virus corona di Kecamatan Kartasura dimana angkanya tertinggi di Kabupaten Sukoharjo," kata Danramil 06 Kartasura, Kodim 0726/Sukoharjo, Kapten Inf Mardiyanto.


Sebagai bagian dari Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, kepada hariankota.com, Mardiyanto menyatakan sepenuhnya mendukung penerapan gerakan dua hari dirumah saja, baik melalui sosialisasi maupun penindakan intensif terhadap pelanggar prokes yang akan dilaksanakan Satpol PP Sukoharjo sesuai kewenangannya.


"Beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat bahwa selama dua hari besuk, pasar, PKL dan mall memang boleh tapi dengan memberlakukan prokes dengan ketat. Sedangkan kegiatan wisata dan olah raga diluar rumah tidak diperbolehkan semisal, joging, bersepeda atau gowes. Olah raga dirumah saja dulu," tegasnya.


Sementara Camat Kartasura, Suyadi Widodo mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap prokes masih rendah, maka tidak heran angka kasus positif Covid-19 di wilayahnya tertinggi se Kabupaten Sukoharjo. Oleh karenanya dalam patroli ini pihaknya lebih mengarahkan masyarakat lebih peduli dan disiplin terkait masalah prokes Covid -19.


"Sejak PPKM tahap pertama diterapkan, sebenarnya sudah ratusan warga yang terjaring operasi yustisi gabungan. Ada yang kena hukuman sosial, hingga tak sedikit yang terkena sanksi tegas berupa denda Rp 50 ribu. Pelanggarannya rata- rata kelalaian tidak memakai masker saat keluar rumah," ungkapnya.


Oleh karenanya, untuk kegiatan kali ini sengaja dilakukan di sejumlah pasar yang memang rawan terjadinya pelanggaran prokes. Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih ketat lagi menerapkan prokes selama dua hari dirumah saja untuk bersama-sama melawan penyebaran virus corona di Sukoharjo.

 

"Kami mengimbau masyarakat agar sadar, menjaga kesehatan, menjaga diri sendiri dan keluarga sehingga persebaran yang tinggi ini bisa kita tekan dan kita menciptakan Sukoharjo yang aman dari Covid-19 dan harapannya agar aktivitas kembali normal," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :