Rekomendasi

Gubernur Bali Terima 24 Sertifikat Kekayaan Intelektual (KI).

Jumat, 05 Februari 2021 : 22.54
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

DENPASAR
-  Upaya Gubernur Bali Wayan Koster memperjuangkan juga melindungi dan memberdayakan warisan tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal berbuah manis. Kemenkumham menyerahkan 24 Sertifikat Kekayaan Intelektual (KI). 


Sertifikat KI yang diperoleh diantaranya, 9 KI, Kepemilikan Komunal berupa Ekpresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional.  1 KI Kepemilikan Personal berupa Hak Paten, dan 4 KI berupa Hak Cipta. 


Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual pada Jumat, Sukra Paing Sinta (5/2) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. 


"Saya mengucapkan terimakasih dan bangga kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster, yang terus mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual, " paparnya. 


Selain itu Gubernur juga terus berupaya menggali potensi wilayah, dengan terus berkreasi dan berinovasi dalam menjaga, melindungi, dan melestarikan warisan budaya Bali. 


Menteri Yasonna berharap agar semua daerah, para Gubernur dan Bupati di Indonesia memiliki kesadaran yang sama untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual di daerahnya. 


Dengan begitu tidak ada lagi kejadian seperti Tarian Reog Ponorogo dan Batik diklaim oleh pihak lain atau negara lain. 


Menkumham menegaskan bahwa Kekayaan Intelektual merupakan nyawa dari sebuah produk, melalui tindakan menjaga, meningkatkan reputasi atau mutu suatu produk, sekaligus melindungi melalui sistem Kekayaan Intelektual. 


"Hal ini bertujuan agar suatu produk yang dihasilkan dari Kekayaan Intelektual menjadi terlindungi dari pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab oleh pihak lain di kemudian hari," imbuhnya. 


Sistem Kekayaan Intelektual memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang perkembangan perekonomian dan perdagangan baik di pusat maupun di daerah. 


Contohnya adalah Rumah Mode Christian Dior untuk memakai Kain Tenun Endek Bali sebagai busana tahun 2021.  Kemudian Arak Bali, hingga Kopi Bali juga menunjukan bahwa setiap daerah memiliki kearifan lokal dan potensi yang mampu meningkatkan perekonomian daerah. 



Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :