Rekomendasi

Jatuh Korban, WhatsApp Ketua LAPAAN RI Kena Hack

Minggu, 07 Februari 2021 : 19.35
Published by Hariankota


SOLO
- Akun WhatsApp (WA) milik Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN) RI, BRM Kusumo Putro jadi korban peretasan hacker. Seluruh nomor kontak yang ada didalamnya mendapat kiriman pesan berantai berupa permintaan pinjam uang dengan janji akan dikembalikan keesokan harinya.


Setidaknya akibat pesan tersebut, ada satu kolega Kusumo yang menjadi korban lantaran tidak tahu jika WA telah diretas. Ia percaya bahwa pengirim pesan adalah Kusumo sendiri sehingga serius menanggapi dengan memenuhi permintaan sang hacker.


"Punya saldo di ATM 5 juta bisa saya pinjam dulu, besuk saya ganti, saya janji. Itu bunyi tulisan pada pesan WA  yang saya terima," kata Triyono warga Jagalan, Solo, yang langsung menemui Kusumo setelah diberi tahu bahwa pengirim pesan adalah hacker yang mengambil alih seluruh kendali WA milik Kusumo.


Dengan membawa bukti resi telah mentransfer uang sebanyak Rp 2 juta, Triyono yang datang bersama istrinya mengaku sama sekali tidak menyangka jika pengirim pesan bukan Kusumo sendiri. Karena percaya, ia spontan merespon permintaan sang hacker untuk menstransfer uang ke nomor rekening sesuai permintaan.


"Saat itu saya jawab, hanya ada Rp 2 juta gimana bos. Terus dibalas, bisa saya pinjam saja itu Rp 2 juta. Kemudian, saya diminta mentransfer uang itu ke rekening BNI nomor 1166392207 atas nama Syakirin. Saya sore itu langsung transfer," tutur Triyono yang kesehariannya bekerja di bidang jasa transportasi di Kota Solo.


Menanggapi, Kusumo yang mengaku sangat dirugikan secara moral dan materi atas kejadian ini menyampaikan, baru menyadari jika telah menjadi korban peretasan setelah memencet tautan permintaan verifikasi ulang nomor WA. Setelah itu, tampilan aplikasi WA dalam telepon genggamnya "hang", seribu lebih nomor kontak didalamnya tidak muncul.


"Kejadiannya kemarin hari Sabtu (6/2/2021) siang, dan saya baru tahu setelah beberapa saat kemudian salah satu teman sekira pukul 14.30 WIB menyampaikan bahwa WA saya di hack. Karena semua teman-teman saya dalam grup WA mendapat pesan yang sama, yakni permintaan pinjam uang. Itu suatu hal yang janggal," kata Kusumo kepada hariankota.com Minggu (7/2/2021).


Tidak hanya teman dalam grup WA, selang beberapa waktu kemudian banyak kenalan diluar grup WA, secara pribadi mengkonfirmasi langsung ke Kusumo untuk menanyakan kebenaran isi pesan tersebut. Mereka curiga dan tidak yakin dengan sumber pengirim pesan yang ingin pinjam uang antara Rp 4 juta-Rp 5 juta, bahkan ada yang Rp 8 juta.


"Rata - rata pada nggak percaya. Masak satu grup, semua mau dipinjam uangnya. Semua di kirimi pesan dengan kata-kata yang sama, bahwa saya mau pinjam uang, dan uang dijanjikan akan dikembalikan keesokan harinya. Ini jelas kejahatan hacker," papar Kusumo.


Akhirnya setelah dua kali melaporkan kejadian peretasan tersebut ke salah kantor cabang provider layanan seluler yang digunakan, Kusumo kembali mendapatkan kendali nomor hapenya, termasuk aplikasi WA secara normal juga kembali seperti semula beserta seluruh nomor kontak dan grup yang ada di dalamnya.


"Tadi saya kembali mendatangi  GraPARI di Solo Grandmall dan Alhamdullilah WA saya dan hape saya sudah kembali normal seperti semula. Ini menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua agar lebih berhati- hati dalam menggunakan sosmed terutama WA. Karena kejadian tindak kejahatan ITE melalui WA seperti yang saya alami sudah banyak memakan korban dan marak terjadi," ujarnya.


Menurut Kusumo, kejahatan ITE tidak saja menjadi beban moral bagi korban seperti dirinya, tapi juga merugikan secara materi yang tidak sedikit. Demi menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan semua pihak, dalam kasus ini ia juga mengganti kerugian atas sejumlah uang yang terlanjur ditranser korban penerima pesan ke pelaku peretas WA.


"Untuk itu, mohon apabila ada SMS atau WA yang mengatasnamakan saya, atau meminta pinjam uang pada hari Sabtu kemarin, tolong jangan dipercaya, atau abaikan saja karena itu bukan saya yang melakukan. Ada pihak lain yang menguasai nomor hape dan WA saya pada hari itu," tandasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :