Rekomendasi

Kali Pertama Lampion Imlek Hiasi Kantor Kemenag, Tokoh Konghucu Indonesia Apresiasi Gus Yaqut

Selasa, 02 Februari 2021 : 17.43
Published by Hariankota


SOLO
- Apresiasi disampaikan tokoh agama Khonghucu Indonesia atas penampakan istimewa di lobby kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, yakni terpasangnya puluhan hiasan berupa lampion, pohon, dan banner ucapan Hari Raya Imlek 2572/2021.


Alim Sugiantoro, tokoh Khonghucu yang juga pembina agama Khonghucu Indonesia dari Klenteng Kwan Sing Bio Tuban bersama Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU) Indonesia, mengaku bangga dan takjub dengan pemandangan hiasan perayaan Imlek berwarna merah di kantor Kemenag itu.


"Tentunya kami bersama GEMAKU Indonesia sangat mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mewujudkan keindahan semangat Imlek yang religius ini di Kementerian Agama," ungkap Alim dalam rilisnya kepada hariankota.com di Solo, Selasa (2/2/2021).


Menurutnya, pemandangan itu baru pertama kali ditemui dalam sejarah kantor Kemenag RI ikut menyambut Imlek. Keberadaan lampion dan pernak - pernik Imlek membuktikan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, menjalankan fungsinya sebagai Menteri Agama.


"Ini membuktikan bahwa Kemenag itu adalah milik enam agama, dan semua harus dilindungi. Dan ini harus diapresiasi," ujar pria yang juga Ketua Penilik demisioner Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban ini.


Tahun Baru Imlek disebutkannya, merupakan momentum religius bagi umat Khonghucu di mana saja berada. Merupakan tahun di mana saatnya semua umat Khonghucu bersuci dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.


“Ini saatnya mengenang kembali karya-karya Nabi Kongzi pada peradaban Tionghoa, maka dari itu tahun Imlek dihitung berdasarkan tahun kelahiran Confucius (Kongzi),” tuturnya.


Apa yang dilakukan Gus Yaqut selaku Menag, lanjut Alim, sebagai bukti kepedulian terhadap semua agama di Indonesia. Hal tersebut sangat penting dilakukan guna menjaga keseimbangan kerukunan umat beragama di Indonesia.


“Perayaan Imlek dan agama Khonghucu yang paling kecil saja diperhatikan, pasti agama lain lebih diperhatikan. Seperti inilah yang diharapkan rakyat, ada Menteri Agama yang memiliki toleransi tinggi seperti Gus Dur,” sambungnya.


Alim pun berharap langkah Gus Yaqut bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun dan menjadi pengawal keragaman dan moderasi beragama. Sebagai Menag baru, Gus Yaqut dinilai tetap mempersatukan segala agama dalam kerukunan toleransi dan kebersatuan. Juga telah menggairahkan kaum muda milenial.


"Kaum muda bisa mengikuti jejak generasi tua agar mewujudkan kedamaian, kerukunan toleransi agar Indonesia lebih aman dan maju dalam segala hal di empat penjuru lautan. Siapapun bisa memperingati, merayakan Hari Raya Imlek, tidak ada yang melarang. Tapi yang terpenting tetap ingat Khonghucu adalah agama," tegasnya.


Satu hal yang masih menjadi impian umat Khonghucu Indonesia saat ini menurut Alim, yakni berharap adanya Dirjen Khonghucu di Kemenag RI. Hal itu sangat penting segera diwujudkan untuk memudahkan komunikasi antar umat Konghucu dengan pemerintah.


“Selama ini Khonghucu diurus oleh Bapak Wawan Djunaedi, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu di bawah naungan Sekjen Kemenag. Jadi alangkah baiknya jika ada Dirjen Khonghucu agar kami bisa menjalani kegiatan keagamaan dan beribadah dengan lancar dan nyaman,” tandas Alim.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :