Rekomendasi

Menristek Dorong Terapi Plasma Konvalesen Diakui WHO

Kamis, 11 Februari 2021 : 17.38
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

JAKARTA
– Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro berupaya mendorong agar plasma konvalesen bisa diakui sebagai salah satu terapi untuk penanganan COVID-19.


“Kita perlu mendorong agar plasma konvalesen ini diakui  sebagai salah satu terapi  yang menjanjikan untuk  penanganan COVID-19,” kata Bambang dalam webinar Plasma Konvalesen pada Penanganan COVID-19 di Jakarta, Kamis (11/2/2021) dikutip dari InfoPublik. id


Bambang menyebutkan, uji klinis plasma konvalesen tahap dua dan tiga saat ini sedang dilakukan.


“Kami tentunya senang sekali bisa bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, karena tujuan kami  semata-mata adalah  ingin memberikan kontribusi yang terbaik untuk terapi yang benar-benar  bisa membantu pasien COVID-19,” paparnya.


Diharapkannya, jika uji klinis telah dilakukan semua, nantinya terapi tersebut disampaikan  melalui publikasi scientific, untuk bisa dipahami oleh  ahli-ahli kesehatan atau dokter- dokter di  seluruh dunia.


“Mudah-mudahan  mendapatkan rekomendasi atau pengakuan dari World Health Organization (WHO)  agar bisa menjadi  salah satu terapi standar  yang bisa dipakai  untuk mengurangi kematian dan meningkatkan kesembuhan,” terangnya.


Bambang menambahkan, mungkin salah satu hal yang masih perlu  didalami adalah  kembali lagi kepada momen, yaitu  momen kapan sebaiknya plasma ini diberikan kepada pasien.  Apakah pasien dalam kondisi ringan, dan ringannya seperti apa. Apakah pasien kondisi sedang,  atau sedang menuju berat. 


"Ini barang kali yang perlu diperhatikan, dan kebetulan minggu lalu, baru saja melakukan  webinar mengenai terapi stem cell. Ternyata dari uji klinisnya,  memberikan tingkat kesembuhan dua setengah kali lebih baik dibandingkan dari yang  tidak menggunakan  terapi tersebut. Menurut uji klinis tersebut lebih cocok untuk pasien dalam kondisi berat," sebutnya. 


“Mudah-mudah keberadakan plasma konvalesen dan stem cell ini  bisa saling melengkapi,  sehingga akhirya Indonesia  bisa menyatakan, kita punya jawaban untuk terapi terhadap  pasien COVID-19  dari berbagai kategori, dari kategori ringan, sampai kategori berat,” pungkas Bambang.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :