Rekomendasi

PBN Rasa Wening Sesalkan Peristiwa Dua Putri Keraton Solo Terkunci Selama Tiga Hari

Senin, 15 Februari 2021 : 18.23
Published by Hariankota


SOLO - Peristiwa terkuncinya dua putri raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, GRAY Wandansari Koes Moertiyah /Gusti Moeng dan GKR Timoer Rumbai bersama lima abdi dalem di Keputren Keraton menuai keprihatinan banyak pihak.

Dua putri raja anggota keraton ini diduga sengaja dikurung di dalam keraton oleh pihak yang belum diketahui identitasnya selama tiga hari, tepatnya sejak Kamis (11/2/2021) sore hingga Sabtu (13/2/2021) lalu.

Atas peristiwa ini, Ketua Perkumpulan Budaya Nusantara "Rasa Wening"  Sumarsoni mengaku secara pribadi turut sedih, dan prihatin. Keraton selama ini sebagai parameter tuntutan kesejukan, maka sangat disayangkan apabila masih ada yang saling klaim atau berseteru.

"Keraton (Solo) sebagai sumber budaya Jawa yang kental dengan tata nilai susila, kesantunan, subhasita, dan nilai- nilai luhur yang harus dijunjung tinggi, dilestarikan para pecinta budaya adiluhung khususnya orang Jawa dari Jawa Tengah dan DIY," paparnya kepada hariankota.com, Senin (15/2/2021).

"Dengan peristiwa terkurungnya putri Sinuhun PB XII Gusti Moeng dan sebagian kerabat lainnya yang dilakukan siapapun di lingkungan keraton telah memberi contoh yang kurang baik dimata masyarakat. Ini telah mengundang berbagai komentar miring,"ujarnya.

Sumarsoni berharap kepada para pihak yang saat ini terlibat perseteruan terkait pengelolaan keraton untuk sama - sama legowo, karena menurutnya pada hakekatnya apa yang dipersoalkan tidak ada yang abadi

"Lahir kita tidak bawa apa -apa, hidup kita tidak punya apa-apa, hidup kita tidak bisa apa-apa, hidup kita mau kemana setelah raga kita ditinggalkan sukma nyawa, dan lewat mana di kemudian harinya," imbuh pria yang juga bergelar KRAT Siswa Candra Waskitha ini.

Seperti ramai diberitakan, Gusti Moeng, dan GKR Timoer Rumbai, dua abdi dalem penari keraton dan satu orang sentana terkunci di dalam Keputren Keraton Solo. Mereka diduga sengaja dikurung di dalam tanpa makanan. Listrik dimatikan dan tabung elpiji untuk memasak diambil.

Meski beberapa orang berusaha mengirim makanan ke dalam Keraton namun tidak berhasil. Kelima orang yang terkunci di dalam keraton ini, sebelum dikeluarkan dengan melibatkan kepolisian, memasak makanan dengan kayu bakar dengan bahan makanan dari kebun sekitar Keputren.


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis; Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :