Rekomendasi

Pelaku Tindak Pidana Skimming Diamankan Tim Cyber Polda Bali

Selasa, 09 Februari 2021 : 20.53
Published by Hariankota

Foto Humas 

DENPASAR
- Tindak kejahatam Skimming berhasil diungkap Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Bali. Mereka mengamankan tujuh orang pelaku dari dua lokasi di Denpasar. 


Komplotan pelaku tindak skimming berhasil membobol  tujuh Bank dengan kerugian  senilai Rp 3 miliar. 


Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ambaryadi Wijaya saat jumpa pers di Mapolda Bali menyebutkan, ketujuh tersangka yang diamamkan adalah dua kelomopok.  


"Mereka berasal dari dua kelompok, pertama adalah jaringan Bulgaria, sedangkan kelompok kedua dari jaringan Malaysia," jelasnya,  Selasa (9/2/2021). 


Masing-masing kelompok diamankan di lokasi berbeda,  untuk kelompok Bulgaria ditangkap di kawasan Denpasar Barat, Gianyar, dan Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (8/1/2021).


Mereka terdiri dari 4 tersangka yakni AS asal Jember  bersama istrinya, EI asal Solo. Kemudian  CB asal Papua dan PR  asal Buleleng. 


Untuk  tersangka AS dan CB  sebelumnya mendekam di LP Kerobokan karena kasus narkoba. Sementara PR juga pernah mendekam dipenjara karena kasus penggelapan. 


Selama di penjara mereka bertemu D warga Bulgaria Yang saat ini masih mendekam di LP Krobokan.  Disana mereka bertemu dengan para tersangka yang mana D kemudian mengajarkan aksi kejahatan skimming.  


"Mereka mengaku dikendalikan oleh napi asal Bulgaria bernama D. Saat ini  D sedang mendekam di Lapas Kerobokan karena tindak pidana skimming tahun 2018 lalu," ungkap AKBP Ambaryadi.  


Sementara kelompok jaringan Malaysia ditangkap di kawasan Gatot Subroto, Selasa (25/1/2021). Mereka berjumlah 3 pelaku yakni J, A, dan M. Diketahui ketiga tersangka ini sudah beraksi sejak tahun 2018 dan dikendalikan warga negara Malaysia saat mereka bekerja sebagai TKI disana. 


"Penangkapan ketujuh tersangka berdasarkan laporan masyarakat sejak akhir tahun 2020 lalu," imbuhnya.  


Dari aksi para pelaku kejahatan skimming ini membuat sejumlah Bank Nasional mengalami kerugian yang cukup tinggi dan nasabah yang menjadi korban jumlahnya  mencapai 1.000 orang.  


"Hasil pemeriksaan 7 tersangka ini merupakan pelaku kejahatan skimming lintas negara dan Provinsi di Indonesia," imbuhnya.  


Mereka dijerat dengan Pasal 30 Jo pasal 47 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 1 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik, dan atau pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 8 tahun dan dengan paling banyak Rp.800 juta.



Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :