Rekomendasi

PPKM Belum Efektif, Pemkab Sukoharjo Tegas Terapkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Prokes

Senin, 01 Februari 2021 : 16.31
Published by Hariankota

SUKOHARJO
- Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tempat umum dinilai menjadi salah satu faktor tidak efektifnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam hal wajib menggunakan masker, petugas operasi yustisi gabungan Satpol PP, Polri dan TNI, masih sering menemukan pelanggaran. Seperti saat operasi yustisi di pasar tradisional Kecamatan Grogol, Senin (1/2/2021). Sedikitnya 18 warga terjaring tidak menggunakan masker. langsung di eksekusi denda.

Mengingat angka kasus positif Covid-19 di Sukoharjo belum juga menurun seperti yang diharapkan selama PPKM, maka tindakan tegas berupa sanksi denda sebesar Rp 50 ribu diberlakukan terhadap warga yang melanggar ketentuan tentang penerapan prokes di tempat umum.

"Secara umum selama PPKM, kalangan dunia usaha khususnya di wilayah Kecamatan Grogol seperti tempat hiburan, mall, toko- toko di Solo Baru kecenderungannya semua patuh," kata Camat Grogol, Sukoharjo, Bagas Windaryatno ditemui hariankota.com usai operasi yustisi gabungan.

Namun justru PPKM disebutkan belum berjalan efektif di tingkat lingkungan masyarakat, terutama di perkampungan maupun komplek perumahan. Masih sering terlihat banyak warga saat keluar rumah abai tidak menggunakan masker.

"Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk kemudian melakukan pengetatan dan penegakan prokes secara tegas. Seperti hari ini tadi kami melakukan operasi yustisi gabungan dengan langsung mengeksekusi denda bagi pelanggar prokes di tempat umum, yakni di pasar dan di jalan raya," paparnya.

Bagas menegaskan, sesuai evaluasi pemerintah pusat seperti telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, maka pihaknya bersama aparat Polri dan TNI siap memperketat pelaksanaan PPKM dengan harapan mendapatkan hasil maksimal menurunkan angka penyebaran kasus positif virus corona.

"Kami bersama Polri dan TNI di daerah akan ikuti arahan Presiden, lebih mengoptimalkan dan lebih fokus pada penegakan disiplin sesuai peraturan. Disamping itu, edukasi dan sosialisasi melalui Pemerintah Desa, dan Satgas Jogo Tonggo sebagai garda depan akan terus kami dorong," tegasnya.

Diharapkan dengan pengetatan dan penegakan peraturan selama perpanjangan PPKM ini, maka akan muncul kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona khususnya di semua wilayah Kabupaten Sukoharjo.

"Karena kasus positif Covid-19 di Sukoharjo ini paling besar dari klaster keluarga dimana selama PPKM angkanya masih stagnan, naik turun. Di awal PPKM, kasus corona di Grogol cenderung turun, namun mendekati perpanjangan naik. Kemudian saat ini mulai turun lagi," pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :