Rekomendasi

PPKM Mikro Enam Desa di Buleleng Dilaksanakan Selama Dua Minggu Sesuai SE Bupati

Rabu, 17 Februari 2021 : 22.14
Published by Hariankota


BULELENG
- Sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Buleleng, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada enam desa di Kabupaten Buleleng, Bali tetap dilaksanakan selama dua minggu. 


Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 yang juga  Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2021) dikutip dari Media Center Buleleng.  


Suyasa menjelaskan, dalam SE Bupati Buleleng sudah tertera bahwa PPKM berbasis mikro yang diberlakukan pada enam desa sampai batas waktu yang telah ditentukan. Waktu tersebut yaitu selama dua minggu dari tanggal 9 sampai dengan 22 Februari 2021.


Lebih lanjut dia mengatakan, jika dalam waktu kurang dari dua minggu sudah nihil kasus di enam desa tersebut, hal itu patut disyukuri. Karena itu, Satgas masih menunggu sampai batas waktu yang ditentukan.


Hal ini kata dia, juga untuk meyakinkan bahwa benar-benar tidak ada kasus baru lagi. “Nanti takutnya setelah dicabut ada kasus baru lagi, masa diulang penetapan lagi. Ini sudah diatur seperti itu,” jelas dia.


Seperti yang terjadi di salah satu kelurahan yang menerapkan PPKM berbasis mikro yaitu Kelurahan Banyuasri. Ada kasus baru yang ditemukan namun masih dalam indeks keluarga. Ini merupakan kasus sebelumnya yang menular kembali pada keluarganya.


Kasus baru ini merupakan hasil tracing dari kasus terkonfirmasi sebelumnya. Bukan kasus di Pasar Banyuasri. Inilah yang ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk lebih masif melakukan tracing dan testing.


“Maka besok bisa dilakukan rapid test antigen lagi. Kita sudah kerja sama dengan TNI/Polri untuk makin masif. Hari ini Dinas Kesehatan juga sudah menginstruksikan agar Puskesmas melakukan gerak cepat dalam hal melakukan rapid test antigen,” ucap Suyasa.


Suyasa kembali menegaskan bahwa, kasus baru ini merupakan hasil tracing di keluarga. Siapa saja pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi sebelumnya. 


Menurutnya setelah kasus baru ditemukan, dilakukan tracing lagi. Begituseterusnya, tracing dilakukan pada setiap kasus baru yang ditemukan. 


“Sekali lagi kasus baru ini bukan terjadi di Pasar Banyuasri. Kalau di Pasar, pihak TNI yang melakukan rapid test antigen,” tegas dia.




Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :