Rekomendasi

Tanpa Kehadiran Wakil Bupati, Wardoyo Pamitan Pensiun Sebagai Bupati Sukoharjo

Rabu, 17 Februari 2021 : 14.52
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengucapkan terima kasih atas segala do'a dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat serta tokoh agama, selama dua periode kepemimpinannya. Wardoyo memohon maaf bila selama memimpin, masih banyak kekurangan.


Hal itu disampaikan saat berpamitan dalam acara pengantar purna tugas dan penyerahan memori di lobby kantor bupati, Rabu (17/2/2021), menandai berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati Sukoharjo dua periode, 2010-2015 dan 2016 - 2021.


Pantauan hariankota.com, sejumlah pejabat Forkopimda tampak hadir, mulai Kapolres Sukoharjo, Dandim 0726/Sukoharjo, Kajari Sukoharjo, Ketua DPRD Sukoharjo, Ketua PN Sukoharjo serta beberapa pejabat lainnya, kecuali Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi yang tidak terlihat hadir.


"Suatu kebanggaan yang sangat luar biasa, saya dapat menjalankan kewajiban, tugas, amanah dari rakyat Sukoharjo untuk memimpin Kabupaten Sukoharjo dua kali berturut - turut. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari dukungan masyarakat dan seluruh elemen yang ada," kata Wardoyo didampingi istrinya, Etik Suryani.


Ia berharap kepada bupati dan wakil bupati selanjutnya (Etik Suryani dan Agus Santosa-Red) dapat melanjutkan pembangunan di Sukoharjo agar menjadi lebih makmur dan lebih maju sesuai yang dicita-citakan selama ini.


Dengan berakhirnya jabatan Wardoyo, maka untuk mengisi kekosongan karena pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ditunda, Pemprov Jawa Tengah menunjuk Budi Santosa, Pj Sekda Sukoharjo sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati hingga bupati dan wakil bupati baru dilantik.


Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor 131/0002748 tahun 2021 tentang Penunjukan Pelaksana Harian Bupati dan Walikota di Provinsi Jateng. Budi Santosa akan mulai menjabat sebagai Plh Bupati Sukoharjo mulai 18 Februari 2021.


"Karena ditunjuk sebagai Plh Bupati, untuk sementara dobel jabatan," terang Budi usai menandatangani serah terima jabatan dengan Wardoyo di acara pengantar purna tugas dan penyerahan memori.


Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunda pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020 lalu. Penundaan sendiri dikarenakan pelantikan akan dilakukan serentak setelah tidak ada lagi sengketa hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).


“Sesuai instruksi Mendagri, Plh Bupati diisi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) setempat. Namun untuk Sukoharjo, selama ini jabatan Sekda definitif kosong sehingga diampu oleh seorang penjabat utusan Pemprov Jateng," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :