Rekomendasi

Terjaring Bandel Nggak Pake Masker, Sudah Ratusan Warga Kena Denda Rp 50 Ribu Selama PPKM

Selasa, 02 Februari 2021 : 17.41
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Tidak hanya jumlah kasus positif Covid-19 yang belum menunjukkan angka penurunan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, jumlah para pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Sukoharjo rupanya juga tidak sedikit.


Memakai masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan orang, apalagi mencuci tangan pakai sabun guna mencegah penyebaran virus semakin sering dilanggar, warga kerap kali dijumpai ogah-ogahan mendisiplinkan diri menjaga kesehatan bersama, khususnya saat di tempat umum.


Seperti temuan saat operasi yustisi gabungan penegakan prokes oleh Satpol PP Sukoharjo, Polri dari Polsek Baki Polres Sukoharjo, dan TNI dari Koramil Baki Kodim 0726/ Sukoharjo di jalan Mangesti Raya, Purbayan, Baki, Selasa (2/2/2021). Puluhan warga terjaring melanggar prokes.


Baru sekira setengah jam operasi yustisi berjalan, sedikitnya sudah 40 warga yang sedang melintas terjaring tidak menggunakan masker. Mereka langsung ditindak tegas dengan sidang ditempat dan terkena sanksi denda Rp 50 ribu/orang.


"Sebanyak 40 orang mendapat sanksi karena tak memakai masker," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP Sukoharjo, Wardino kepada hariankota.com disela operasi yustisi gabungan.


Penerapan sanksi denda disebutkan merujuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Setiap orang yang melanggar ketentuan dalam Perda tersebut dapat dikenai sanksi denda hingga ancaman kurungan penjara tiga bulan.


"Salah satunya, yakni setiap warga yang keluar rumah jika tidak memakai masker akan kena denda. Tidak terkecuali bagi warga yang berada didalam mobil, walaupun itu mobilnya sendiri," papar Wardino.  


Ditegaskan, tidak ada opsi lain selain denda Rp 50 ribu bagi para pelanggar prokes. Jika saat terjaring operasi tidak/belum memiliki uang untuk membayar denda, maka petugas akan menahan terlebih dulu Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik para pelanggar prokes.


"Setelah didata, KTP akan kami tahan dulu. Jika rumahnya dekat dengan lokasi operasi kami tunggu sampai denda dibayarkan. Tapi kalau tidak bisa, maka pembayaran denda dan pengambilan KTP bisa di kantor Satpol PP selama jam kerja," ujarnya.  


Diungkapkan Wardino, selama sepekan lebih PPKM di Kabupaten Sukoharjo, pihaknya sudah menjaring ratusan pelanggar prokes dalam operasi yustisi yang diselenggarakan secara rutin di 12 Kecamatan.


"Dari pembayaran denda per kemarin ( Senin-Red) uangnya sudah terkumpul sekira Rp 19 juta lebih. Kalau itu dibagi untuk tiap pelanggar prokes, ya sekira 300 orang yang sudah kena denda," imbuhnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :