Rekomendasi

Viral Nama Ganjar Dalam Buku Pelajaran SD, Warga Temanggung Protes di Kantor Penerbit

Rabu, 10 Februari 2021 : 19.40
Published by Hariankota

 


SOLO- Sejumlah warga asal Temanggung mengatasnamakan Masyarakat Peduli Anak menggelar aksi protes di depan kantor penerbit buku pelajaran sekolah PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, di Jalan Prof Supomo, Laweyan, Solo, Rabu (10/2/2021).


Dengan naik sepeda kayuh sebanyak delapan warga ini memprotes atas tercantumnya nama Ganjar dalam buku terbitan PT Tiga Serangkai soal pelajaran Sekolah Dasar (SD), dimana nama Ganjar (tidak merujuk Ganjar Pranowo Gubernur Jateng) tertulis sebagai contoh orang yang tidak mau bersyukur.


Pantauan hariankota.com, dengan pengamanan aparat kepolisian dari Polresta Solo, mereka membentangkan spanduk bernada protes di depan kantor penerbit tersebut, diantaranya bertulisan Sayang Anak Indonesia sebagai


"Kedatangan kami ingin menggelar aksi terkait adanya nama Pak Ganjar yang ditulis tidak pernah bersyukur dan tidak pernah shalat meski beragama islam dalam buku pelajaran Teladan Mulia Pendidikan Agama Islam untuk kelas IV SD," kata koordinator aksi Mursolin.


Kedatangan mereka ke Solo jauh - jauh dari Temanggung dengan mengayuh sepeda, disebutkan terdorong rasa prihatin dan khawatir jika buku tersebut tidak segera ditarik untuk dilakukan revisi akan meracuni pikiran anak - anak.


“Karena anak kita ini mudah terpengaruh dengan apa yang dibaca, dan apa yang dia lihat. Kami tidak mau kalau pola pikir anak teracuni oleh hal-hal seperti ini. Alhamdulilah, tadi kami sudah mendapat informasi bahwa buku akan direvisi, semoga kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.


Sementara menanggapi aksi warga itu, General Manager PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Mas’ad Muawan mengatakan, soal dalam buku pelajaran yang viral di posting warganet tersebut terbitan Tahun 2009. Saat itu pemilihan nama Ganjar, tidak ada kaitannya dengan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur.


"Pasca postingan itu viral, memang banyak kritik kepada kami. Dari Kesbangpol Provinsi Jateng hingga Ditreskrim Polda Jateng juga sudah datang berkomunikasi ke kantor kami Selasa kemarin. Intinya klarifikasi," paparnya.


Dari klarifikasi itu, pihak PT Tiga Serangkai sudah menjelaskan bahwa buku terbit pertama pada Tahun 2009, empat tahun sebelum Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jateng.


"Pemilihan nama juga tidak mendeskripsikan Pak Ganjar Pranowo dan tidak ada unsur kesengajaan dalam penulisan nama. Kalau masih ada masyarakat yang mengait-kaitkan, itu urusan mereka dan bukan tanggung jawab kami,” jelasnya


Untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman yang berkepanjangan di masyarakat, Mas'ad menegaskan, pihaknya sudah lama dikenal sebagai penerbit buku pelajaran sekolah sejak tahun 1959, jadi tidak mungkin merusak reputasinya sendiri dengan menerbitkan buku dengan tujuan tidak baik.



Jurnalis : Sapto 
Editor : Mahardika

Share this Article :