Rekomendasi

Wagub Cok Ace Dalami Rencana Penerapan Free Covid Corridor

Senin, 08 Februari 2021 : 21.00
Published by Hariankota

Foto Humas 

DENPASAR
- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace menerima Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Putu Saroyini Piartrini, Senin (8/2/2021). 


Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Wakil Gubernur Bali tersebut, Saroyini memaparkan program kerja BPPD Bali sepanjang tahun 2020.


Menurutnya, pada awal tahun 2020, BPPD Bali intens melaksanakan program promosi pariwisata. Namun di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan meluluhlantahkan sektor pariwisata, BPPD Bali harus melakukan penyesuaian terhadap program yang telah dirancang. 


Kendati tak bisa melaksanakan banyak program mengingat pariwisata sedang mati suri, namun pihaknya tetap melaksanakan sejumlah agenda seperti seminar yang dilaksanakan secara daring.


Wagub Cok Ace dapat memahami situasi yang dihadapi jajaran BPPD Bali. Wagub menyebut, pemerintah memang menghadapi situasi dilematis antara sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi. 


“Tapi untuk saat ini, kesehatan menjadi prioritas,” imbuhnya. 


Meski demikian, Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali tetap mencari terobosan untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata Bali. Salah satu program yang tengah serius dijajaki adalah penerapan koridor bebas Covid-19 atau Free Covid Corridor (FCC).


Hal ini telah diusulkan kepada pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut Cok Ace, ide ini didasari keberhasilan mendatangkan 5.000 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) dari RRC ke Morowali Sulawesi Tengah. 


“Kita belajar dari sana, TKA itu bisa datang dengan penerapan protokol kesehatan ketat yang diatur sedemikian rupa. TKA yang datang sudah dalam kondisi divaksin, jadi aman,” ujarnya.


Untuk dapat menerapkan FCC ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah program vaksinasi bagi tenaga kerja di sektor pariwisata. 


“Itu yang terus kita jajaki, semoga bisa terealisasi dalam waktu dekat,” tambahnya.


Selain serius mendalami kemungkinan pemberlakuan FCC, Guru Besar ISI Denpasar ini juga tengah menggarap sekolah internasional yang tertarik melaksanakan program ‘Study From Bali’.


 “Kalau dilihat dari jumlah, mungkin tak seberapa. Tapi sekecil apapun harapan itu harus kita garap. Di tengah situasi saat ini, nyala kecil pun akan bermanfaat,” pungkasnya.



Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :