Rekomendasi

Wujudkan Mimpi Almarhum Ayah, Abimanyu Sabet Predikat Dalang Cilik Mumpuni FDC 2021

Sabtu, 27 Februari 2021 : 18.59
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Mengaku tertarik pada seni mendalang wayang kulit sejak usia 2 tahun, Abimanyu Katon Wenang (14), siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Sukoharjo berhasil meraih predikat sebagai dalang cilik mumpuni dalam Festival Dalang Cilik (FDC) 2021 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.

Sulung dari dua bersaudara anak pasangan Heri Santosa (almarhum)-Denok Anggraeni ini, serius mulai berlatih mendalang sejak duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Untuk memperdalam seluk beluk seni pedalangan, oleh ibunya ia juga dikursuskan ke sebuah sanggar.

Tak terhitung sudah beberapa event pementasan maupun festival dalang cilik baik tingkat kota maupun nasional ia ikuti, salah satunya unjuk kepiawaian mendalang di acara temu dalang bocah nusantara yang digelar di Taman Budaya Jawa Tengah Kota Solo dua tahun lalu.

"Senang dengan seni wayang kulit sejak masih kecil. Waktu itu saya sering mendengar ada tetangga sekitar rumah nenek di Wonogiri memutar kaset rekaman wayang kulit. Terus juga sering melihat pigura gambar - gambar tokoh wayang," kata Abimanyu, Sabtu (27/2/2021).

Ketertarikan Abimanyu terhadap seni pedalangan sejak masih kecil ini, rupanya juga berkat dorongan almarhum ayahnya sebelum meninggal dunia. Sang ayah yang meninggal saat Abimanyu baru berumur 5 tahun itu berharap besar agar anaknya suatu saat nanti menjadi dalang besar.
 
Kepergian sang ayah rupanya tidak menjadikan dirinya patah semangat. Dengan pompaan semangat ibunya, Abimanyu yang mengidolakan dalang kondang Ki Purbo Asmoro ini terus berlatih mengasah kemampuan di Sanggar Dhemes (Dhemen Mersudi Seni) di Rejosari, Polokarto, Sukoharjo.

"Sejak kelas enam SD saya sudah mulai sering mengikuti lomba mendalang. Dua kali meraih penghargaan untuk kategori dalang catur. Dan terakhir, Kamis (24/2/2021) kemarin di FDC Kota Solo mendapat penghargaan sebagai dalang cilik mumpuni kategori B atau usia anak SMP," terangnya.

Diketahui, predikat dalang mumpuni (sempurna-Red) merupakan penghargaan level tertinggi dalam lomba berdasarkan penilain juri. Abimanyu dinilai dewan juri FDC  menguasai unsur penting dalam dunia pakeliran wayang kulit, yakni kemampuan catur, sabet, suluk, dan sanggit.  

Sementara itu, ibu kandung Abimanyu, Denok Anggraeni mengaku meski kini dirinya sudah menikah lagi, namun ia dan Ady Bintoro, suaminya sekarang sangat mendukung keinginan Abimanyu yang bercita - cita menjadi dalang.

"Saya ingin mewujudkan impian almarhum suami saya, supaya Abimanyu kelak bisa menjadi kondang. Ini janji saya kepada almarhum. Dulu waktu masih kecil, Abimanyu ini memang suka nonton pertunjukan wayang diajak kakeknya," ungkapnya kepada hariankota.com.

Bagi Denok, selain sebagai ibu, ia juga berperan seperti layaknya manajer bagi Abimanyu. Mengatur jadwal kegiatan antara sekolah dan latihan maupun ketika hendak pentas sudah menjadi hal rutin baginya. Tidak ada kata lelah dalam membimbing Abimanyu.

"Terkadang ketika pagi di sekolahnya ada tes, terus malamnya dia akan mendalang maka saya minta dia supaya bisa membagi waktu. Terutama saat waktunya tidur sebelum pentas. Karena saat ini kegiatan sekolah belum diijinkan, maka ia punya banyak waktu untuk latihan," pungkasnya

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :