Rekomendasi

Angkasa Pura 1 Simulasikan Penggunaan GeNose C-19 di 15 Bandara

Jumat, 19 Maret 2021 : 16.41
Published by Hariankota


JAKARTA
- PT Angkasa Pura (AP 1) (Persero) melakukan simulasi penggunaan alat deteksi COVID-19 GeNose C-19 di 15 bandara kelolaan yang dilakukan secara bertahap.


Simulasi ini merupakan tahap persiapan yang dilakukan operator bandara sebelum nantinya diputuskan mengenai kelayakan implementasi GeNose C-19 sebagai salah satu alat deteksi COVID-19 di bandara oleh regulator terkait di sektor transportasi udara.


Simulasi GeNose C-19 dimulai pada Kamis 18 Maret 2021 kemarin, di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Kemudian pada 25 Maret 2021 simulasi GeNose C-19 akan dilakukan di Bandara Juanda Surabaya, dan pada April 2021 mendatang simulasi akan dilakukan di 13 bandara kelolaan lainnya.


Adapun ke-13 bandara kelolaan itu yaitu, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Lombok Praya, Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara Sentani Jayapura.


"AP 1 sangat mendukung rencana penerapan GeNose C-19 sebagai salah satu alat tes COVID-19 di bandara, bersama swab antigen dan PCR yang diinisiasi oleh Pemerintah. Rencana penerapan GeNose di bandara ini merupakan sentimen positif bagi sektor transportasi udara, dengan harga terjangkau akan mengurangi beban masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara sehingga dapat meningkatkan trafik penumpang pesawat," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya.  


Rencananya, AP 1 akan menyediakan 120 unit GeNose di 15 bandara kelolaan dengan total kantong GeNose yang disediakan sebanyak 438.546 kantong per bulannya. 


"Untuk jumlah kantong udara GeNose yang disediakan akan dievaluasi secara periodik sesuai dengan tren penggunaan layanan GeNose di bandara ke depannya," kata Faik Fahmi.


Layanan GeNose C-19 di bandara AP 1 dikhususkan bagi masyarakat yang sudah memiliki tiket penerbangan. Untuk harga layanan GeNose C-19 di bandara akan diinformasikan kemudian menjelang penerapan GeNose C-19 secara resmi di bandara pada April 2021 mendatang.


Terkait simulasi GeNose di YIA, Faik Fahmi mengatakan, pihaknya hanya melibatkan komunitas bandara seperti pegawai maskapai, pegawai bandara, pegawai ground handling dan lainnya, namun tidak melibatkan penumpang.


Adapun fasilitas dan peralatan yang disediakan saat kegiatan simulasi yaitu 3 unit mesin GeNose, 300 kantong GeNose, 5 bilik pemeriksaan, ruang isolasi, 2 bilik pengambilan hasil, sejumlah tenaga medis, sejumlah tenaga administrasi, dan petugas umum yang bertugas mengatur antrean. Area simulasi GeNose terletak di lantai mezzanine area keberangkatan YIA di mana area tersebut sama dengan area pemeriksaan tes Antigen.


Adapun prosedur dan alur penggunaan GeNose yang disimulasikan yaitu:


1. Calon penumpang menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrean,

2. Calon penumpang melakukan pembayaran di tempat pembayaran yang terpisah dari tempat pendaftaran,

3. Setelah melakukan pembayaran, calon penumpang mengambil sampel napas di bilik yang telah disediakan dekat tempat pembayaran sesuai dengan nomor urut,

4. Calon penumpang menyerahkan kantong udara kepada petugas,

5. Petugas operator GeNose melakukan pemeriksaan kantong udara dengan alat GeNose C-19,

6. Selama menunggu hasil, calon penumpang menunggu di ruang tunggu pengambilan sampe GeNose C-19,

7. Penumpang dapat mengambil hasil tes setelah petugas memanggil nomor urut dan identitas calon penumpang.

8. Jika hasil tes GeNose positif, maka petugas akan memberikan konsultansi, informasi, dan edukasi terkait hasil pemeriksaan dan menyarankan penumpang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,

9. Jika hasil tes negatif, calon penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan selanjutnya dengan menunjukkan hasil GeNose C-19 negatif kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk divalidasi.


Nantinya, ketika sudah resmi dapat digunakan di bandara, untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 di bandara, terdapat beberapa syarat dan prosedur bagi calon penumpang sebelum melakukan pemeriksaan, yaitu:


1. Calon penumpang telah memiliki tiket penerbangan,

2. Calon penumpang harus dalam kondisi sehat,

3. Calon penumpang dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampe napas.  

4. Calon penumpang mendaftar dan membayar sesuai nomor urut di tempat yang telah disediakan,

5. Petugas memberikan kantorng GeNose C-19 pada calon penumpang setelah proses pembayaran,

6. Calon penumpang disarankan untuk melakukan pemeriksaan GeNose C-19 H-1 sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukkan atau kepadatan antrean atau selambat-lambatnya 3 jam sebelum keberangkatan.


Dalam menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C-19, AP 1 bekerjasama dengan salah satu anak perusahaan yaitu Angkasa Pura Supports yang juga bermitra dengan Farmalab. 




Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :