Rekomendasi

Datangi Pemulung Sampah, Spiderman Serahkan Bantuan Sepatu Boot

Rabu, 03 Maret 2021 : 17.29
Published by Hariankota


SUKOHARJO - Puluhan pemulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo, mendapat bantuan sepatu boot baru, masker, dan beras yang dihimpun dari tokoh masyarakat dan komunitas di Kabupaten Sukoharjo serta Kota Solo, Rabu (3/3/2021).


Pegiat sosial yang juga relawan penyuluh anti narkoba Sukoharjo Agus Widanarko selaku penghimpun bantuan mengatakan, bantuan diberikan merespon curahan hati para pemulung yang disampaikan kepada pihaknya beberapa waktu lalu.


"Memasuki musim penghujan ditengah pandemi Covid-19, aktivitas para pemulung sangat beresiko terpapar sejumlah penyakit, utamanya penyakit kulit dan gangguan pernafasan akibat setiap hari menghirup udara di tempat pembuangan sampah," katanya kepada hariankota.com.


Dituturkan pria yang akrab dengan panggilan Danar ini, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan para pemulung setelah beberapa waktu lalu pihaknya mendapat SMS dari warga anggota paguyuban pemulung TPA Mojorejo. Mereka butuh sepatu boot dan masker.


"Dulu sebenarnya sudah pernah mendapat bantuan sepatu boot tapi sekarang sudah rusak semua," kata Danar yang datang menyerahkan bantuan dengan mengenakan kostum superhero Spiderman.


Pria yang sering melakukan aksi sosial dengan cara unik ini mengaku, akrab dengan para pemulung sampah TPA Mojorejo lantaran mayoritas mereka adalah orang tua anak- anak yang dulu pernah belajar di sekolah jalanan yang dikelolanya bersama pemuda relawan anti narkoba Sukoharjo.


"Bantuan sepatu boot, masker dan tambahan beras ini kami himpun dari beberapa tokoh dan kelompok masyarakat. Ada yang dari Sukoharjo, juga ada yang dari tokoh masyarakat Kota Solo. Jumlahnya untuk sepatu boot 44 pasang," ungkapnya.


Salah seorang penerima bantuan yang juga Sekretaris Paguyuban Pemulung TPA Mojorejo, Wiji (45) asal Bendosari, Sukoharjo, mewakili teman-temannya mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang diwujudkan dengan pemberian sepatu boot, masker, dan beras.


"Alhamdulillah, ini bantuannya sudah turun. Sekarang kami tidak khawatir lagi saat memulung ditengah tumpukan sampah. Karena kadang ada pecahan kaca, paku atau benda tajam lain jika tidak hati - hati dapat terinjak kaki," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :