Rekomendasi

Kasus Pembalakan Hutan Lindung Batu Seribu, Polisi Sebut Sudah Ada Tersangka

Senin, 22 Maret 2021 : 19.43
Published by Hariankota


SUKOHARJO- Merespon laporan Perhutani, Satuan Reskrim Polres Sukoharjo berhasil mengamankan tersangka pelaku ilegal logging dikawasan hutan lindung Batu Seribu,  Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo beberapa waktu lalu.


Kasus pembalakan liar hutan lindung ini, semula telah membuat emosi warga desa sekitar lokasi hingga berupaya menangkap basah para pelaku namun gagal membuahkan hasil.


Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Muhammad Alfan saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa sudah ada penetapan tersangka pelaku pembalakan kayu di kawasan hutan lindung Batu Seribu


Hanya saja dengan alasan kasus masih dalam pengembangan serta kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, ia belum bisa menyampaikan jumlah dan identitas tersangka.


"Minggu ini Insya Allah kami rilis. Ini masih dikembangkan dulu," kata Kasatreskrim melalui pesan singkat WhatsApp kepada hariankota.com, Senin (22/3/2021)


Diketahui, penyelidikan berdasarkan laporan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKBH) Wonogiri Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, bahwa telah terjadi akitivas Illegal Logging di kawasan hutan lindung tersebut sejak beberapa hari terakhir.


Diawal penyelidikan, sedikitnya ada lima saksi yang dipanggil polisi untuk diminta keterangannya, baik dari pihak desa, warga maupun dari pihak perhutani.


Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, ditemukan beberapa batang kayu gelondongan hasil penebangan liar masih tertinggal di lokasi. Diduga belum sempat diangkut oleh para pelaku Ilegal Logging.


Disisi lain, upaya penggerebekan yang dilakukan warga desa pada, Selasa (9/3)2021) lalu, tidak membuahkan hasil. Setibanya di lokasi, mereka hanya menemukan beberapa batang kayu gelondongan yang sudah ditebang.


Selain itu juga dijumpai talud penahan tebing dalam kondisi rusak, diduga akibat tertimpa kayu gelondongan yang diseret dari atas perbukitan.


Terpisah, Kepala BKBH Wonogiri KPH Surakarta Taufik Nur Hidayat menyampaikan, sebelum warga desa bergerak untuk menangkap pelaku pembalakan, pihak Perhutani juga sudah melakukan pengintaian,


“Kami lakukan (pengintaian) dengan senyap. Meski begitu, kami mengapresiasi upaya warga yang peduli ingin menangkap para pelaku,” ujarnya.


Menurutnya, selain pengintaian, Perhutani juga melakukan penyelidikan dengan menggali informasi dari warga terkait illegal logging yang sudah terjadi

beberapa hari terakhir.


"Kami sekaligus mendata jumlah batang pohon yang telah ditebang. Hasil pendataan ada 20 batang jenis pohon sonokeling (yang ditebang)," ungkapnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :