Rekomendasi

Kejari Sukoharjo Gencarkan Sosialisasi Donor Plasma Penyintas Covid-19

Selasa, 09 Maret 2021 : 20.17
Published by Hariankota


SUKOHARJO
-  Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo bersama Pemkab Sukoharjo dan Palang Merah Indonesia (PMI) mulai menggencarkan sosialisasi donor plasma bagi penyintas Covid-19 setelah membentuk Sukoharjo Survivor Community (SSC) / wadah komunitas penyintas Covid-19.


Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono mengatakan, selain sosialisasi tentang pentingnya donor plasma, pihaknya melalui SSC akan memfasilitasi para penyintas Covid-19 yang akan melakukan donor plasma.

 

“Kami akan memfasilitasi, menghubungkan para penyintas dengan PMI yang bisa melakukan pengambilan plasma ,” terang Kajari di sela sosialisasi dan pemeriksaan antibodi (plasma) bagi penyintas Covid-19 di kantor Kejari setempat, Selasa (9/3/2021).


Dalam kegiatan ini, sedikitnya ada 37 penyintas disebutkan Tatang mengikuti pemeriksaan antibodi dengan cara diambil sampel darahnya oleh petugas dari PMI. Dari jumlah itu, mayoritas penyintas merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Pemkab Sukoharjo.

 

“Sebenarnya masih banyak yang ingin bergabung, seperti dari BUMN-BUMN perbankan di wilayah Sukoharjo. Jadi ,SSC ini merupakan bentuk peran serta kami dalam ikut membasmi dan mempercepat berakhirnya pandemi,” paparnya.


Kepada hariankota.com, Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang hadir bersama Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa, mengapresiasi upaya Kejari Sukoharjo mewadahi para penyintas Covid-19 dengan menginisiasi terbentuknya SSC.

 

“Ini kan untuk menghimpun para pendonor plasma. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik bagi mereka yang terkena Covid-19.  Alhamdulillah, semua (ASN penyintas Covid-19) merespon baik. Kami juga berharap bagi penyintas lainnya dengan ikhlas mau donor,” ujarnya.


Sementara, Ketua PMI Cabang Sukoharjo Sumarsono yang ikut hadir dalam kegiatan, berharap melalui sosialisasi akan memicu minat para penyintas Covid-19 untuk ikut mendonorkan plasmanya melalui PMI.

   

“Kami berharap muncul kesadaran kolektif. Bahwa keberadaan mereka (penyintas-Red) itu diperlukan untuk penanggulangan dan penanganan Covid-19 dengan cara mendonorkan plasma convalescent-nya,” imbaunya.


Mengingat keterbatasan peralatan, saat ini PMI Sukoharjo belum bisa melakukan pengambilan plasma dari pendonor. Di Jawa Tengah disebutkan Sumarsono baru ada tiga kantor cabang PMI yang memiliki alat tersebut, yakni Banyumas, Semarang dan Solo.


“PMI Sukoharjo belum bisa menangani secara langsung untuk pengambilan plasma, sehingga peran kami adalah melakukan sosialisasi dan edukasi bersama pihak terkait. Apabila ada penyintas yang berminat mendonorkan plasmanya, maka akan kami antar ke PMI Cabang Solo,” pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :