Rekomendasi

Lahan Sawah Terendam Banjir, Petani Sukoharjo Dapat Bantuan Benih

Jumat, 05 Maret 2021 : 17.21
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Kabupaten Sukoharjo mencatat sebanyak 470 hektar lahan sawah di empat kecamatan, Weru, Bulu, Tawangsari, dan Sukoharjo kebanjiran akibat guyuran hujan ekstrim yang turun hampir setiap hari akhir- akhir ini.


Data yang didapat hariankota.com, sekira 100 hektar sawah di Kecamatan Weru terendam banjir, rinciannya 65 hektar surut dan 35 hektar puso (gagal panen-Red). Untuk Kecamatan Bulu 180 hektar tergenang dan semuanya puso.


Sedangkan di Kecamatan Tawangsari sekira 66 hektar sawah tergenang, terdiri 32 hektar surut dan 34 hektar puso. Dan terakhir di Kecamatan Sukoharjo ada sekira 124 hektar sawah tergenang dan semuanya juga puso.


Atas kondisi tersebut, Dispertan Sukoharjo mengupayakan bantuan benih dari Pemerintah Provinsi Jateng melalui aspirasi anggota DPRD Provinsi Jateng Kadarwati, untuk meringankan beban petani. Harapannya bisa segera menanam padi kembali.


“Kondisi tanaman padi yang puso rata-rata berumur antara 20-40 hari sehingga petani mengalami kerugian sekira Rp 820,6 juta atau Rp2,2 juta per hektar,” kata Kepala Dispertan Sukoharjo, Netty Harjianti saat mendampingi Bupati Sukoharjo menyerahkan bantuan benih, Jum'at (5/3/2021) .


Total bantuan benih sebanyak 9.325 kilogram akan diberikan untuk lahan sawah seluas 373 hektar. Benih tersebut menurut Netty, akan diserahkan pada 1.178 petani yang tergabung dalam 19 kelompok tani.


Sementara Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, banjir yang terjadi akhir - akhir ini di sejumlah wilayah Sukoharjo dan daerah lainnya, kemungkinan besar karena fenomena La Nina yang mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan.


“Beberapa hal yang dapat dilakukan petani seperti pengelolaan tata air irigasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pemilihan varietas padi yang tahan genangan serta ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” pungkas Bupati.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :