Rekomendasi

Meninggal Kecelakaan, Ahli Waris Pengawas TPS Pilkada Sukoharjo Terima Santunan

Selasa, 09 Maret 2021 : 20.16
Published by Hariankota


SUKOHARJO- Ahli Waris Petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Faradita Yulia Irawan (29), yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas mendapatkan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.


Santunan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta diterima Didik Supardi (59), ayah almarhumah Faradita di rumah tinggalnya Dukuh Trangsan RT 01/RW 01 Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Selasa (9/3/2021).


Pejabat pengganti sementara Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan dari Semarang, Dicky Hardiyanto yang datang ke rumah orangtua almarhumah menyerahkan santunan mengatakan, santunan diberikan berdasarkan perjanjian kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Bawaslu Provinsi Jateng.


"Dalam hal perlindungan ini diberikan kepada seluruh pengawas, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pengawas ad hoc atau petugas pengawas TPS saat pelaksanaan pemilihan," terangnya kepada hariankota.com.


Secara umum di Jawa Tengah, ada 20 petugas pengawas TPS yang meninggal dunia. Salah satunya ada yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas tepat pada hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah, yakni di Kota Solo.  


"Dan khusus untuk Sukoharjo ada satu, yakni almarhumah Faradita. Dia meninggal karena kecelakaan saat masih dalam masa perlindungan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, tepatnya enam hari setelah pelaksanaan pemilihan," ungkapnya.


Pemberian santunan sudah menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara pemberi perlindungan kepada para peserta, sesuai kewenangan yang diberikan negara melalui Undang-Undang.


"Manfaat ini tentu diberikan kepada para petugas pengawas pemilu yang sedang menjalankan tugas negara. Kami berharap perlindungan ini bisa memberikan manfaat kepada ahli waris yang ditinggalkan," ujarnya.


Pemberian santunan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan menurut Dicky, bukan hanya bentuk perhatian negara, tetapi juga sebagai salah satu alat edukasi bahwa jaminan sosial itu sudah diatur oleh negara.


"Melalui BPJS Ketenagakerjaan, harapannya semua masyarakat itu mendapatkan perlindungan yang sama," imbuhnya.


Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, Bambang Muryanto yang hadir dalam penyerahan santunan menambahkan, almarhumah Faradita meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas pada 15 Desember 2020 lalu.


"Almarhumah ini merupakan salah satu pengawas TPS. Sesuai kontrak masa kerjanya, yakni H-23 coblosan pilkada hingga H+7. Kejadian kecelakaan yang mengakibatkan kematiannya terjadi pada H+6, artinya masih dalam periode perlindungan BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Bambang.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :