Rekomendasi

Mulai Besuk, Pemkab Buleleng Gelar Vaksinasi di Tiga DTW

Rabu, 24 Maret 2021 : 22.04
Published by Hariankota


BULELENG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali akan melakukan vaksinasi COVID-19 di Tiga Daerah Tujuan Wisata (DTW) yaitu di Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak Lovina, Kecamatan Buleleng dan Desa Munduk Kecamatan Banjar.


"Vaksinasi di tiga DTW yang diusulkan menjadi zona hijau oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ini, akan dilakukan mulai besok," kata Sekda Buleleng Gede Suyasa saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/3/2021) seperti dikutip dari laman pemkabbuleleng.go.id


Dia menjelaskan, sesuai dengan yang diharapkan oleh Bupati Buleleng tentang rencana percepatan menuju zona hijau, vaksinansi di 3 DTW besok mulai berjalan.


Vaksinasi akan dilakukan kepada 400 orang di Pemuteran, 400 orang di Lovina dan 200 orang di Munduk. Sehingga total ada 1.000 orang yang menjadi sasaran vaksinasi. “Ini akan menjadi awal bergeliatnya aktivitas perekonomian di Buleleng,” ujar Suyasa.


Lebih lanjut menurut dia, untuk target pelaksanaan vaksinasi di Buleleng sampai saat ini memang masih kecil kalau dilihat dari jumlah penduduk di Kabupaten Buleleng yang mencapai 800 ribu jiwa lebih. Sehingga masih diperlukan tambahan ratusan ribu vaksin untuk bisa mengejar target 70 persen kekebalan komunal.


"Hari ini memang sudah ada kedatangan vaksin baru sehingga kalau dijumlahkan secara kumulatif sudah ada 47. 840 dosis," ujar dia.


Selanjutnya, kata dia, mulai diagendakan untuk jadwal pelaksanaan vaksinasi berikutnya, karena ada beberapa instansi yang terkait seperti pelayanan publik yang belum tersentuh. "Sebagian merupakan instansi vertikal ini yang akan menjadi sasaran nanti," ungkap dia.


Selain melakukan vaksinasi di instansi pelayanan publik tersebut, Gede Suyasa menambahkan, akan dilaksanakan vaksinasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) Buleleng. Ini juga merupakan permintaan dari Bupati Buleleng Agus Suradnyana.


Pekerja migran disarankan untuk mendaftarkan diri di masing-masing puskesmas atau kantor camat. "Hari ini formulirnya sudah dibagikan kepada masing-masing camat,” imbuh dia.


Untuk mendata pekerja migran yang mendaftar untuk divaksinasi, Suyasa pun sudah bertemu pengurus Buleleng Seamen Aliansi (BSA) Buleleng agar bisa menyampaikan data yang diharapkan lebih cepat. "Karena data yang paling penting bukan semata mata terhadap jumlahnya tetapi juga keberangkatan. Jadwal keberangkatannya akan menentukan penjadwalan vaksinasi. Sehingga siapa yang lebih dahulu berangkat ke luar negeri, itu yang akan divaksinasi lebih dahulu," kata dia.


Pihaknya berharap pekerja migran bisa bekerja secepatnya karena bisa membantu menambah kontribusi daerah dan mereka juga bisa membantu keluarga.


Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menjelaskan, khusus untuk pekerja migran yang akan melakukan keberangkatan untuk memulai karir kembali, diminta agar segera mendaftarkan diri di kecamatan masing-masing untuk nantinya dijadwalkan dan dilakukan vaksinasi.


Namun, untuk pekerja migran di Buleleng, mengingat jumlah yang akan divaksinasi cukup banyak dengan kuota vaksin terbatas, Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng menyarankan agar usulan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Sesuai dengan jadwal keberangkatan dari pekerja migran.


“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Gubernur Bali terkait usulan vaksin untuk Kabupaten Buleleng dan beliau sudah menyetujui. Kami semua menginginkan perekonomian segera pulih. Untuk rekan-rekan yang lain saya mohon agar bersabar, sembari menunggu ketersediaan vaksin selanjutnya," tutup dia.



Jurnalis : Wayan 
Editor : Mahardika

Share this Article :