Rekomendasi

Strategi Penanganan Bencana Alam Strateginya Tidak Selalu Sama

Kamis, 04 Maret 2021 : 22.18
Published by Hariankota


DENPASAR - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra sebut tidak setiap bencana alam membutuhkan strategi yang sama dalam penanganannya.


Dirinya menjelaskan saat dirinya menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali tahun 2017 tepatnya saat terjadi erupsi Gunung Agung penanganannya juga berbeda. 


"Setiap erupsi memiliki penanganan yang berbeda karena terdapat karakteristik bencana baik itu lokasi dan masyarakat yang ada disekitarnya," jelasnya saat memberikan paparan dalam knowledge sharing Rakornas PB 2021 dengan tema " Bencana Geologi Gempa Bumi, Tsunami, Erupsi Gunung Api melalui virtual, di ruang Pressroom Kantor Gubernur Bali, Kamis (4/3).


Sekda Bali Dewa Indra menambahkan seorang pemimpin yang bertanggung jawab (dalam hal ini Kalaksa BPBD dan Basarnas) harus ada dilokasi bencana. 


"Terutama saat masa kritis berlangsung, karena pemimpin harus mengetahui perkembangan  erupsi tiap detiknya dan cepat  mengambil langkah sehingga tidak akan terlambat dalam mengambil keputusan dalam posisi urgent," lanjutnya.  


Setiap kondisi dilapangan tentu saja akan sangat berbeda karakteristiknya, terutama saat pra erupsi, saat erupsi terjadi dan pasca erupsi. Selain itu sangat penting bagi seorang pemimpin dan teamnya untuk membuka catatan erupsi sebelumnya (semisal erupsi gunung agung sempat terjadi juga pada tahun 1963). 


"Tujuannya untuk mengetahui dan memahami karakteristik erupsi yg akan terjadi," imbuhnya.  


Namun hal penting lainnya adalah membangun rantai komunikasi dari otoritas terdepan dalam hal ini adalah BPBD yang bertugas melakukan pengamatan.


Karena rantai komunikasi penting dilakukan untuk mendetiminasi atau menyampaikan kepada masyarakat terdekat dengan lokasi erupsi, sehingga dapat memberikan arahan kepada masyarakat yang lebih luas (dari hulu ke hilir) dalam mengambil tindakan tercepat apabila erupsi terjadi dan membahayakan keselamatan orang banyak," pungkasnya. 




Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :