Rekomendasi

Terkendala Pemasaran, ICSB dan Disdagkop Sukoharjo Gagas Pendirian Pusat Oleh-Oleh Produk UMKM

Kamis, 25 Maret 2021 : 19.30
Published by Hariankota


SUKOHARJO - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Sukoharjo yang tergabung di International Council for Small Business (ICSB) mengaku kesulitan memasarkan beragam jenis oleh-oleh produksinya lantaran tidak memiliki tempat khusus.


Hal itu diungkap saat perwakilan pengurus ICSB melakukan pertemuan dengan jajaran Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) UKM Sukoharjo di kantor terpadu Pemkab Sukoharjo, gedung Menara Wijaya, Kamis (25/3/2021).


Mereka meminta Disdagkop membantu memfasilitasi pendirian shelter atau pusat penjualan oleh - oleh khas daerah di tiap kecamatan. Shelter khusus dinilai penting agar beragam jajanan produk UMKM asli daerah mudah diakses dalam satu tempat.


"Ide pusat oleh-oleh ini sebenarnya sudah lama kami rancang. Ini merupakan salah satu program kerja kami tahun 2019 lalu yakni, setiap kecamatan punya pusat (pemasaran) oleh-oleh," kata Ketua ICSB Sukoharjo, Kunto Adi kepada hariankota.com.


Rencana pendirian pusat oleh-oleh khas daerah produk UMKM di setiap kecamatan tersebut, menurut Kunto jumlahnya menyesuaikan dengan jumlah kepengurusan yang sudah merata di 12 kecamatan yang ada.


"Selain (tidak adanya pusat oleh-oleh) itu, ada masalah utama yang dihadapi teman-teman UMKM, yakni pemasaran. Harapan kami dengan pendirian pusat oleh-oleh ini, bisa menjembatani produk teman-teman UMKM masuk dan diterima pasar," paparnya.


Nantinya pusat oleh - oleh akan menjadi wadah bersama untuk memasarkan produk UMKM dengan dibantu penataan layout, pengelolaan, pemilihan lokasi strategis, pelatihan manajemen, serta promosi bekerjasama dengan Disdagkop UKM Sukoharjo.


"Nanti dalam pengelolaannya, kami juga ikut mendampingi. Misalnya memberikan training (pelatihan-Red) tentang bagaimana pengelolaannya agar profesional, termasuk membranding tempat itu. Secepatnya ini bisa terealisasi," imbuhnya.


Sementara, Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo menyampaikan, siap membantu. Pada prinsipnya, pendirian pusat oleh -oleh di masing - masing kecamatan sangat diperlukan agar jajanan atau oleh-oleh khas Sukoharjo lebih dikenal dan mudah diakses.


"Selama ini orang luar kalau mau mencari jajanan khas Sukoharjo masih sulit karena belum ada tempat khusus. Makanya gagasan dan masukan teman - teman ICSB ini kami terima, nanti akan ditindaklanjuti dengan membentuk tim perumus," jelasnya.  


Tim perumus lanjut Sutarmo, dibentuk untuk membahas lebih jauh tentang kriteria dan menentukan tempat atau lokasi pendirian pusat oleh -oleh itu. Termasuk juga menentukan mekanisme pengelolaannya.


"Jadi ini merupakan tempat terpadu untuk memasarkan oleh-oleh jajanan khas daerah di setiap kecamatan. Bukan untuk produk kerajinan karena sudah ada wilayahnya sendiri, misalnya gitar ya diarahkan ke pusatnya di Mancasan, Baki," tegasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :