Rekomendasi

Bikin Jantungan, Polisi Sukoharjo Gencarkan Razia Meriam Spiritus

Kamis, 29 April 2021 : 18.51
Published by Hariankota


SUKOHARJO- Sejumlah warga khususnya usia lanjut di Kecamatan Mojolaban Sukoharjo, sejak awal bulan Ramadan mengaku sering terkaget -kaget mendengar kebisingan suara permainan meriam berbahan spiritus yang dinyalakan anak - anak menjelang buka puasa dan setelah sahur.


Menanggapi kebisingan suara meriam spiritus yang dikeluhkan tersebut, Polsek Mojolaban, Polres Sukoharjo menindaklanjuti dengan melakukan razia di beberapa lokasi diantaranya di Dukuh Mertan Desa Wirun dan Dukuh Suren Desa Bekonang.


Hasilnya, beberapa meriam spiritus dengan pemantik magnet yang biasanya digunakan pemantik korek api gas dapat disita dari tangan anak - anak saat memainkannya di pematang sawah. Oleh petugas, mereka diberi peringatan melalui masing - masing orang tua.


Kapolsek Mojolaban, AKP Mulyanta mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menerangkan, razia meriam spiritus dilakukan merupakan instruksi langsung pimpinan untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan masyarakat selama Ramadan mulai selepas sahur dan sore hari menjelang buka puasa.


"Razia merupakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran selain penjual petasan juga mengantisipasi  peredaran minuman beralkohol (mihol). Selama Ramadan Sukoharjo targetnya zero petasan dan mihol," terangnya kepada hariankota.com, Kamis (29/4/2021).


Sedikitnya 9 anak - anak usia antara 7 hingga 12 tahun terjaring tengah memainkan merian spiritus tersebut. 6 anak dari Dukuh Mertan dan 3 anak dari Dukuh Suren. Masing - masing orang tua langsung diminta membuat surat pernyataan kesanggupan untuk melarang anaknya bermain meriam spiritus.


“Kami tegas menyampaikan kepada para orang tuanya, supaya mengawasi anak-anaknya. Mainan ini kan berbahaya, kalau ledakan yang dihasilkan sangat besar, bisa melukai tidak saja dirinya sendiri, tapi juga orang lain yang didekatnya," ujarnya.


Dari razia ini, petugas menyita 8 buah meriam spiritus terbuat dari kaleng bekas minuman susu kental manis yang dirangkai dengan disambung dengan panjang sekitar 1 meter dengan ujungnya dipasang pemantik, 2 buah botol kecil spiritus, dan 1 pemantik api. Barang bukti selanjutnya akan dimusnahkan.


”Untuk Ramadan ini Kapolres sudah memerintahkan agar sapu bersih jika terdapat warga ketahuan menyalakan petasan atau sejenisnya, selain itu juga menekan peredaran mihol," tandas Mulyanta.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :