Rekomendasi

Bupati Sukoharjo Dorong Peningkatan Produktivitas Padi, Petani Butuh Bantuan Sumur Pengairan

Kamis, 08 April 2021 : 19.47
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Kecenderungan makin menurunnya luas lahan membuat Pemkab Sukoharjo melalui dinas terkait berusaha menggenjot produktivitas padi dengan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan konsep Indeks Pertanaman (IP) 400.

Pantauan hariankota.com, konsep itu saat ini diluncurkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan akan diterapkan oleh Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) Pondok Makmur Kecamatan Nguter. Dengan konsep ini diharapkan mampu menyumbang peningkatan produksi padi nasional.

"Penyediaan beras bagi rakyat Indonesia tidak akan mampu hanya di didukung dengan luasan lahan yang tetap bahkan cenderung semakin menurun. Pertanian ke depan harus menerapkan teknologi digital serta menggunakan bibit unggul," kata Bupati dalam peluncuran konsep IP 400 dan tasyakuran di Desa Pondok, Kecamatan Nguter,  Kamis (8/4/2021).

Menurut Bupati, konsep IP 400 merupakan salah satu terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai upaya meningkatkan produksi beras dalam rangka ketahanan pangan nasional.

"Konsep IP 400 merupakan pilihan yang menjanjikan guna meningkatkan produksi padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru. Saya sangat mengapresiasi Gapoktan Pondok Makmur yang akan mencoba menerapkan sistem baru ini," ujarnya.

Harapan akan keberhasilan juga disampaikan Bupati agar produksi beras di Sukoharjo dapat meningkat hingga akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan para petani sendiri.

Sementara, Ketua Gapoktan Pondok Makmur, Harmadi menyampaikan, selain dalam rangka peluncuran konsep IP 400, hadirnya Bupati juga menjadi bagian dari acara tyasakuran panen padi para petani di Desa Pondok yang selalu dilakukan tiap tahun.

"Meski hasil panen padi saat ini kurang maksimal, namun kami optimis dengan konsep baru IP 400, atau program empat kali tanam dalam satu tahun ini," ucapnya.

Disisi lain, Harmadi mengungkapkan, saat ini baru memasuki masa tanam ke-2 dan diperkirakan untuk masa tanam ke-3 dan 4 karena masuk musim kemarau, para petani di wilayah Desa Pondok akan mengalami kekurangan air. Untuk itu pihaknya butuh bantuan.

"Kami butuh bantuan pembuatan sumur untuk pengairan lahan pertanian saat masa tanam ke-3 dan 4. Ini juga untuk mewujudkan IP 400 itu. Luas lahan pertanian di Desa Pondok sekitar 154 hektar," pungkasnya.


Reporter; Sapto Nugroho
Penulis; Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :