Rekomendasi

Dampak Siklon Tropis Seroja Sebanyak 8.424 Warga NTT Mengungsi

Rabu, 07 April 2021 : 00.12
Published by Hariankota


JAKARTA
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bahwa cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyatakan bahwa beberapa bencana yang terjadi akhir pekan lalu di NTT memicu pengungsian lebih dari 8.000 warga setempat.


"Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak," kata Raditya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/4/2021).


Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.


Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.


Siklon tropis ini berdampak di 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.


Total warga meninggal dunia (MD) berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12.


Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.


Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah tadi juga berdampak pada sejumlah kerugian total antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak. Rincian kerusakan sektor pemukiman sebagai berikut.


Di Kota Kupang sebanyak 10 unit rumah rusak berat dan 657 unit rumah terdampak. Di Kabupaten Flores Timur ada 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rusak ringan, serta 97 unit rumah terdampak dan 8 unit fasum rusak berat.


Sedangkan di Kabupaten Malaka sekitar 1.154 unit rumah terdampak dan 65 fasum terdampak.


Kemudian Kabupaten Ngada ada empat unit rumah rusaj berat, dua unit rumah rusak sedang dan satu fasum terdampak.


Di Kabupaten Sumba Barat ada 54 unit rumah terdampak, di Kabupaten Sumba Timur sekitar 7 fasum terdampak dan di Kabupaten Rote Ndao ada 12 unit rumah rusak berat.


Sedangkan di Kabupaten Alor ada 21 unit rumah rusak berat, 106 unit rumah rusak sedang, enam fasum rusak berat, satu fasum rusak ringan dan 11 fasum terdampak.


BPBD kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik maupun pembukaan akses ke wilayah terisolir.


Kementerian dan lembaga dibawah kendali BNPB juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut.




Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :