Rekomendasi

Datangi BBWS Bengawan Solo, Warga Adukan Operasional PT RUM Cemari Sungai

Rabu, 28 April 2021 : 20.13
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Sejumlah warga dari Kecamatan Nguter, Sukoharjo mengadukan dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Jl Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (28/4/2021).


Pantauan hariankota.com, dengan pengawalan ketat aparat, mereka membawa pamflet tuntutan dan protes lantaran terlalu lamanya menunggu penyelesaian atas keluhan yang disuarakan sudah dua tahun lebih lamanya itu. Adapun keluhannya adalah pencemaran air akibat pembuangan limbah PT RUM di sungai Bengawan Solo.


Melalui perwakilan yang ditunjuk melakukan audiensi dengan pihak BBWS Bengawan Solo, warga meminta agar ada tindak lanjut pengecekan di lapangan untuk membuktikan apa yang selama ini mereka keluhkan. Warga meminta operasional PT RUM bisa dihentikan sebelum kondisi lingkungan mereka makin parah.


Salah satu perwakilan warga, Tomo tokoh masyarakat Desa Pengkol, Nguter menyampaikan kedatangan mereka ke BBWS sebenarnya ingin menanyakan sejauh mana tindakan yang telah diambil terhadap pencemaran sungai Bengawan Solo selama ini, khususnya pencemaran dari PT RUM yang berlokasi di Kecamatan Nguter.


"Kemudian kami juga ingin tahu regulasinya, karena PT RUM mengambil air dari sungai Bengawan Solo dan juga membuang limbahnya disana. Mengambil air yang bersih dan membuang kembali yang kotor apakah sudah ada perizinan," ujarnya.


Tomo mengungkapkan, operasional PT RUM selama ini telah berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Air sungai kecil anak sungai (delta) Bengawan Solo tempat pipa pembuangan limbah PT RUM ditanam banyak yang jebol dan bocor. Hingga kini dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan.  .


"Mengapa dibiarkan, dampaknya delta sungai punah dan ini dampak yang luar biasa. Sekarang jika dilihat warnanya juga berubah. Sumur sepanjang  sungai berubah dan masyarakat juga tidak berani mengkonsumsi. Makanya kami mengajak turun ke lapangan bersama," paparnya.


Mengingat sungai banyak dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat baik untuk pertanian dan lain sebagainya, maka BBWS Bengawan Solo diminta ikut terlibat menghentikan pencemaran sungai sesuai tugas dan kewenangannya.


"Hentikan pencemaran bagaimanpun caranya dan ini adalah tugas dan kewenangan bapak, kami hanya menyampaikan. Kami minta pipa yang rusak itu diperbaiki, pabrik berhenti dulu. Kalau dari sini stop maka mereka (PT RUM-Red) pasti tutup," tegasnya.


Menanggapi, Kepala Bidang Tata Laksana BBWS Bengawan Solo, Bambang ST mengatakan bahwa dalam kasus ini, BBWS bukan penindak jika ada pencemaran terhadap Bengawan Solo, namun sudah mengambil langkah pencegahan dengan mengumpulkan perusahaan- perusahaan yang ada di sepanjang sungai Bengawan Solo.


"Bapak Gubernur juga menyampaikan di tahun 2021 ini tidak (boleh) ada lagi pencemaran di sungai Bengawan Solo. Kalau nanti (menghendaki) mau turun bersama, maka silahkan kami bisa bersama untuk turun ke lapangan," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :