Rekomendasi

DSKS Dukung Bareskrim Segera Tangkap Joseph Paul Zhang Penista Agama

Rabu, 21 April 2021 : 19.26
Published by Hariankota


SOLO
- Nama Joseph Paul Zhang dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik terkait pernyataannya yang mengaku sebagai nabi dan diduga menista agama Islam. Ia bahkan menantang masyarakat melaporkan ke polisi.


Tidak sedikit masyarakat khususnya umat Islam, terusik atas pernyataan pria yang belakangan diketahui bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono ini, dan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan sangkaan pasal ujaran kebencian dan penodaan agama.


Menyikapi hal tersebut, Dewan Syari'ah Kota Surakarta (DSKS) sepenuhnya mendukung agar Polri segera menangkap dan memproses hukum secara tepat dan transparan agar terjaga kondusivitas ditengah-tengah masyarakat.


"Disaat umat Islam sedang ingin khusyuk beribadah di bulan Ramadan, rupanya ada orang-orang yang tidak suka. Ada upaya-upaya pihak-pihak tertentu memunculkan hal-hal yang mengada-ada untuk membuat situasi menjadi tidak kondusif," kata Koordinator Dewan Ri'asah Tanfidziyah DSKS, Ust. Abdul Rochim Ba'asyir saat jumpa pers, Rabu (21/4/2021) sore.


Kepada hariankota.com putra Abu Bakar Ba'asyir ini mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan tidak tahu motif apa dibalik munculnya video pernyataan Joseph tersebut, dimana dari hasil penelusuran sebenarnya ucapan dalam rekaman itu sudah lama terjadi.


"Kami juga heran, kenapa kok diangkat (dimunculkan) kembali diwaktu (Ramadan) sekarang ini. Kami tidak mau berandai - andai, tetapi kalau memang ini dimunculkan karena ingin mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam beribadah, kami sangat menyayangkan. Insya Allah umat Islam tidak akan terganggu," tegasnya.


Meskipun ada beberapa yang merasa terganggu, namun pria yang akrab dipanggil Ustadz I'im ini menyakini hal itu tidak akan berlangsung lama. Dari pernyataan dalam rekaman video itu dengan sendirinya telah menunjukkan bahwa pria yang mengaku nabi tersebut orang yang tidak berpendidikan.


"Walaupun katanya, ia adalah seorang mahasiswa yang sedang menjalani masa pendidikan di Jerman, tetapi apa yang dia lakukan ini menunjukkan rendahnya kualitas akhlak maupun moral yang dimiliki, dan menunjukkan rendahnya kualitas pendidikannya itu sendiri,"ujarnya.


Menurut I'im, orang yang berpendidikan tidak mungkin melakukan penistaan agama, kalau pun ingin mengkritik agama lain, tentunya akan menggunakan cara yang sopan berisi argumentasi sehingga bisa dipertanggungjawabkan.


"Misalnya argumentasi menggunakan kitab suci, fakta -fakta dan data ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Itulah seharusnya yang dilakukan kalau ingin menyampaikan kritik terhadap suatu ideologi, atau keyakinan tentang agama. Tidak dengan cara menista atau menghina. Cara seperti ini tidak akan mendapatkan simpati dari siapapun," tegasnya.


Dengan telah dilaporkannya pelaku ke Polisi, I'im menghimbau kepada masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum kasus ini sehingga diharapkan tidak terulang dikemudian hari. Umat Islam diminta tetap tenang, tidak terprovokasi, serta tetap menjaga Ukhuwah Islamiyyah.


"Kami menghimbau kepada umat beragama di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan menjunjung tinggi agama dan keyakinan umat beragama lain, serta tidak mudah di adu domba," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :