Rekomendasi

Gempa Bumi Berkekuatan M 6,7 Mengguncang Samudera Hindia di Selatan Jawa

Minggu, 11 April 2021 : 18.13
Published by Hariankota


JAKARTA
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo M 6,7 pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00.16 WIB di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa.


"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M 6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo Mw=6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada kedalaman 80 km," jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/4/2021).


Ia menjabarkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).


Adapun guncangan gempabumi ini, lanjut Bambang Setiyo Prayitno, memiliki dampak yang berbeda-beda dirasakan pada sejumlah wilayah.

- Daerah Turen V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) yakni di Karangkates, Malang, Blitar;

- IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) yakni di Kediri, Trenggalek, Jombang;

- III-IV MMI terasa di Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar;

- III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran yang terasa seakan-akan truk berlalu) di wilayah Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara;

- II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).


"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.


Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.25 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).


BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," imbuh Bambang Setiyo Prayitno.




Jurnalis : San
Editor : Mahardika

Share this Article :