Rekomendasi

Gubernur Koster Berharap Pemerintah Pusat Keluarkan Kebijakan Spesifik Untuk Pemulihan Ekonomi Bali

Sabtu, 10 April 2021 : 01.30
Published by Hariankota

Gubenur Bali I Wayan Koster dalam suatu sarasehan

BADUNG
- Gubernur Bali Wayan Koster sebut Bali sebagai destinasi wisata dunia, para pelaku pariwisata Bali paling besar terdampak saat pandemi Covid-19. 

Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah kebijakan spesifik dan spasial dalam upaya pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19, khususnya pada sektor pariwisata.

"Saya kira akan bijak jika pemerintah pusat dan DPR ada kebijakan spesifik untuk Bali," kata Gubernur Koster pada acara "Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders" di Avurpa Kempinski Bali, Nusa Dua, pada Jumat (9/4) sore.

Gubernur Koster sampaikan dalam  situasi normal, besar sekali kontribusi Bali untuk devisa dari sektor pariwisata. Namun sekarang stuck, dengan kontraksi ekonomi yang mungkin paling parah sepanjang sejarah. 

Misalkan saja saat kondisi normal medio 2019 lalu, sebanyak 6,3 juta wisataman mancanegara (Wisman) datang ke Bali yang setara 39 persen dari jumlah total wisman nasional. Belum lagi untuk wisdom (wisatawan domestik) di mana ada 10 ,5 juta orang datang ke Bali.

"Kondisi saat ini,  pelaku wisata sangat berat. Banyak yang di PHK, dirumahkan, tidak mampu bayar gaji, bahkan ada yang tidak operasional. Saya bersyukur masyarakat Bali pelaku wisata masih sabar, tapi kita tidak tahu sampai kapan ini berlangsung," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/2021 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi melalui Badan Usaha Penjaminan yang dDitunjuk dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional,  ingin agar perbankan berani meminjamkan dana kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Menurutnya PMK 32/2021 bertujuan selain agar perbankan mudah memberikan pinjaman, para UMKM juga memiliki keyakinan untuk meminjam uang. Itu semua dijamin karena seluruh risiko akan diambil oleh pemerintah.

“Ini semua dikaitkan dengan kemampuan terutama perusahaan di bidang hotel, restoran, dan akomodasi atau Horeka yang terkena dampak cukup besar sehingga mereka bisa dapat pinjaman yang direlaksasikan,” jelasnya dihadapan stakeholder pelaku usaha di Bali.

Lebih jauh mantan Direktur Bank Dunia ini mengajak semua pihak bersama untuk penyesuaian instrumen dan policy dalam menangani dampak pandemi. 

"Kita terus meningkatkan dalam sektor usaha  dengan kerjasama erat, lakukan kalibrasi dan re- kalibrasi terus. Agar industri dan perbankan bangkit," ajaknya.

Menurut Menkeu, Kalau semua pihak bersama dan sinkron maka niscaya 2021 akan  lebih baik apalagi ada vaksinasi yang dapat jadi momentum atau game changer. 

"2021, kita lebih siap seimbangkan Prokes (protokol kesehatan, red) dan kegiatan ekonomi.  Kita optimis ke arah yang lebih baik. Kita sudah lihat cahaya di lorong gelap,  untuk pulih dengan semangat dan jangan menyerah. (Bali, red) Kita bantu dan dukung penuh sebagai Solidaritas melalui berbagai ikhtiar mengalahkan Covid-19," tandasnya.


Reporter: Wayan Sujana
Penulis: Wayan Sujana
Editor: Rahayuwati

Share this Article :